Jatuhnya Muammar Gaddafi dan Akhir 42 Tahun Kekuasaan di Libya

Berita Foto68 Dilihat

REPUBLIX.ID – Muammar Gaddafi memimpin Libya selama sekitar 42 tahun sejak kudeta militer pada 1 September 1969 yang menggulingkan Raja Idris.

Meski tidak pernah menjabat sebagai presiden secara formal, Gaddafi menjadi pemimpin tertinggi Libya dengan berbagai gelar, termasuk Pemimpin Revolusi, menjadikannya salah satu penguasa terlama di dunia modern.

Mantan anggota Kongres AS, Curt Weldon, menilai runtuhnya Libya tidak terlepas dari visi Gaddafi yang mendorong kemandirian Afrika. Gaddafi berupaya membangun persatuan ekonomi Afrika, memperkuat perdagangan antarnegara di benua tersebut, serta mengurangi ketergantungan pada sistem keuangan dan mata uang Barat. Ambisi ini dianggap mengganggu tatanan global yang sudah mapan.

Kekuasaan Gaddafi berakhir pada 2011 di tengah gelombang Arab Spring. Protes rakyat yang menuntut perubahan politik berkembang menjadi konflik bersenjata dan perang saudara.

Situasi semakin memburuk setelah intervensi militer NATO yang dipimpin negara-negara Barat dengan dalih melindungi warga sipil. Tekanan internasional, sanksi, dan pembekuan aset turut mempercepat runtuhnya rezim.

Gaddafi akhirnya ditangkap dan tewas pada Oktober 2011, menandai berakhirnya salah satu era kekuasaan paling panjang dan kontroversial dalam sejarah Afrika modern.

Penulis : Ris

Komentar