Permandian Anawai, Destinasi Wisata Alam Baru yang Menjanjikan di Kolaka Utara

Wisata484 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Kabupaten Kolaka Utara terus menghadirkan potensi wisata alam baru. Salah satunya adalah Permandian Anawai Watumotaha, destinasi wisata berbasis alam yang kini mulai menjadi primadona baru bagi wisatawan lokal hingga luar daerah.

Terletak di Desa Watumotaha, Kecamatan Ngapa, objek wisata ini menawarkan pesona jeram sungai yang membentang sekitar dua kilometer, diapit dua gunung dengan hamparan pepohonan hijau yang rimbun dan asri. Keindahan alam yang masih natural menjadi daya tarik utama Permandian Anawai.

Sebelumnya, kawasan ini hanyalah aliran sungai biasa yang dikelilingi kebun dan akses jalan warga. Namun, melalui inovasi Pemerintah Desa Watumotaha, kawasan tersebut kini disulap menjadi destinasi wisata yang mampu menarik minat pengunjung dalam waktu singkat.

Deretan gazebo berjajar di kawasan wisata Anawai Watumotaha dengan latar hamparan alam pegunungan yang hijau, menciptakan suasana sejuk dan nyaman bagi pengunjung. Foto: Astar

Akses menuju lokasi terbilang mudah. Dari pusat Kota Lasusua, ibu kota Kabupaten Kolaka Utara, wisatawan hanya menempuh perjalanan darat kurang dari 40 menit. Meski berada di wilayah pedesaan, tingginya antusiasme pengunjung membuat tempat ini tak pernah sepi, terutama pada akhir pekan dan hari libur.

Selain menikmati aliran jeram sungai, pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai fasilitas pendukung, seperti penyewaan alat renang, kantin dan resto, serta hiburan musik elekton pada hari-hari tertentu. Aktivitas budaya lokal seperti tarian Molulo juga kerap menjadi hiburan tambahan bagi wisatawan.

Bagi pencinta fotografi, hampir seluruh sudut Permandian Anawai menawarkan panorama alam yang layak diabadikan, menjadikannya lokasi favorit untuk berswafoto bersama keluarga maupun kerabat.

Pengunjung menikmati sensasi jeram Sungai Anawai Watumotaha, merasakan adrenalin dan keindahan alam yang masih asri di salah satu spot wisata favorit. Foto: Astar

Kepala Desa Watumotaha, Syamsul Bahri, S.E mengatakan, pengembangan Permandian Anawai berangkat dari keinginannya menyediakan alternatif wisata bagi masyarakat di Kecamatan Ngapa, Watunohu, dan Pakue yang sebelumnya minim destinasi rekreasi.

“Saya melihat wilayah ini belum memiliki objek wisata yang bisa dikunjungi masyarakat saat hari libur. Dari situ muncul ide memanfaatkan jeram Sungai Watumotaha, dan ternyata respons masyarakat sangat positif,” ujar Syamsul, Rabu (31/12/2025).

Menurutnya, pengunjung tidak hanya berasal dari Kolaka Utara, tetapi juga dari sejumlah daerah di Sulawesi Selatan, seperti Makassar, Maros, dan Luwu Timur. Sejak dibuka untuk umum tahun 2020 lalu, jumlah pengunjung terus meningkat.

“Pada hari libur, jumlah pengunjung bisa mencapai ribuan orang. Saat libur Tahun Baru beberapa tahun lalu, kendaraan yang masuk tercatat sekitar 700 unit, baik roda dua maupun roda empat,” ungkapnya.

Kepala Desa Watumotaha, Samsul Bahri, S.E bangun ekonomi warga melalui pengembangan destinasi wisata alam. Foto: astar

Saat ini, Pemerintah Desa Watumotaha terus melakukan pembenahan dan pembangunan fasilitas pendukung, seperti gazebo, tempat duduk, bendungan buatan, pengembangan wisata arung jeram, pembangunan kolam renang, hingga villa di atas bukit juga telah masuk dalam perencanaan.

“Konsepnya mengarah pada wisata alam terpadu, mirip Bantimurung,” jelas Syamsul.

Meski membutuhkan anggaran besar, pengembangan ini diharapkan mampu menggerakkan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Objek wisata ini dikelola BUMDes. Harapannya, Permandian Anawai menjadi sumber ekonomi baru bagi warga sekaligus menawarkan pengalaman wisata alam yang menyatu dengan lingkungan,” pungkasnya.

Puluhan pelancong berendam nikmati kesegaran alami air di permandian Anawai Watumotaha. Foto: Astar

Penulis : Astar

Editor : Andi M

Komentar