“Sekolah-sekolah di wilayah pegunungan khususnya Kecamatan Ngapa belum tersentuh program MBG”
KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas nasional pemerintah hingga kini belum sepenuhnya menjangkau seluruh wilayah di Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara.
Sekolah-sekolah yang berada di kawasan pegunungan, khususnya di Kecamatan Ngapa, masih menghadapi kendala serius akibat sulitnya akses transportasi.
Camat Ngapa, Abu Bakri, S.Sos. mengungkapkan, pelaksanaan MBG sejauh ini baru optimal di sekolah-sekolah yang berada di wilayah daratan dan mudah dijangkau.
Sementara itu, sekolah di daerah pegunungan seperti Desa Parutellang, Nimbuneha, Koreiha, dan Watumotaha belum dapat menikmati program tersebut secara maksimal.
“Sekolah-sekolah di daratan relatif sudah berjalan. Tapi untuk wilayah pegunungan, jangkauannya memang sangat sulit,” ujar Abu Bakri saat dikonfirmasi via WhatsApp, Senin (5/1/2026).
Kata dia, medan menuju desa-desa tersebut terbilang ekstrem dan membutuhkan waktu tempuh hingga berjam-jam. Kondisi ini membuat distribusi makanan dari dapur MBG yang berada di pusat kecamatan menjadi tidak memungkinkan.
“Kalau makanan diantar dari kecamatan, belum sampai ke sekolah sudah berisiko basi. Alternatifnya menggunakan ojek hartop, tapi biayanya bisa mencapai Rp 2 juta untuk sekali perjalanan,” jelasnya.
Sebagai solusi, pemerintah daerah kini mengambil langkah dengan mendekatkan layanan MBG langsung ke lokasi sekolah. Dapur MBG saat ini tengah peroses pembangunan di masing-masing desa pegunungan tersebut agar distribusi makanan dapat dilakukan lebih cepat dan aman.
Meski dihadapkan pada berbagai keterbatasan, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh siswa tanpa terkecuali dapat merasakan manfaat Program Makan Bergizi Gratis.
“Program MBG ini program nasional, tidak boleh ada diskriminasi. Semua siswa, di mana pun mereka berada, berhak mendapatkan layanan yang sama. Mereka semua adalah anak-anak bangsa,” tegas Abu Bakri.
Abu berharap, dengan rampungnya pembangunan dapur MBG di wilayah pegunungan, program ini dapat segera berjalan merata dan berkontribusi dalam meningkatkan gizi serta kualitas pendidikan anak-anak di daerah terpencil.
Penulis : Astar
Editor : Andi M







Komentar