Kapal Mati Mesin, Dua Orang Terjebak di Perairan Lapuko

Ragam24 Dilihat

KONAWE, REPUBLIX.ID – Sebuah kapal rakyat yang membawa dua orang mengalami mati mesin dan mulai kemasukan air saat berlayar menuju Lapuko, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, Minggu, 27 September 2026.

Dua orang yang berada di kapal tersebut, Asrun dan Muruk, dilaporkan membutuhkan pertolongan setelah kapal mengalami gangguan sekitar lima mil laut sebelum mencapai Lapuko.

Kapal itu diketahui bertolak dari Cempedak sekitar pukul 14.00 Wita dengan membawa muatan aki. Perjalanan sempat berlangsung normal sebelum mesin kapal tiba-tiba mati di tengah perairan.

Situasi kemudian menjadi genting setelah air laut mulai masuk ke dalam kapal. Kondisi tersebut membuat keluarga korban melaporkan kejadian itu kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari.

“Kapal tersebut mengalami mati mesin sekitar lima mil laut sebelum tiba di Lapuko. Kondisi kapal kemudian mulai kemasukan air sehingga dua orang yang berada di atas kapal membutuhkan bantuan evakuasi,” kata Kepala KPP Kendari Amiruddin AS.

Laporan tersebut diterima Comm Centre KPP Kendari pada pukul 18.45 Wita. Berselang sekitar 15 menit, Tim Rescue KPP Kendari diberangkatkan menuju lokasi menggunakan Rigid Inflatable Boat (RIB).

Jarak lokasi kejadian dari Dermaga Basarnas Kendari diperkirakan sekitar 10 mil laut atau 18,5 kilometer.

Dalam operasi tersebut, Basarnas melibatkan SMC dan staf SMC KPP Kendari, rescuer KPP Kendari, serta ABK KN SAR Pacitan. Tim juga membawa peralatan evakuasi, peralatan medis, perangkat komunikasi dan perlengkapan keselamatan lainnya.

Kondisi cuaca di sekitar lokasi dilaporkan cukup mendukung operasi pertolongan. Berdasarkan informasi BMKG, cuaca cerah dengan kecepatan angin sekitar 7 knot dari arah tenggara menuju barat laut. Tinggi gelombang berada pada kisaran 0,1 hingga 0,5 meter.

Tim SAR selanjutnya bergerak menuju lokasi untuk memberikan pertolongan dan mengevakuasi kedua orang yang berada di kapal tersebut. Hingga saat ini, perkembangan operasi SAR masih menunggu laporan dari tim di lapangan.

Penulis: Ris