Arus Mudik H-2 Idulfitri 2026, Pelabuhan Tobaku Masih Mengalami Kepadatan Signifikan

Regional84 Dilihat

“Berdasarkan hasil pemantauan lapangan pada pukul 07.30 Wita, akumulasi kendaraan roda dua dan roda empat tampak mendominasi area pelabuhan”

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Intensitas pergerakan pemudik menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah di Pelabuhan Tobaku, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, menunjukkan tren peningkatan yang cukup signifikan hingga H-2 Lebaran, Rabu (18/3/2026).

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan pada pukul 07.30 Wita, akumulasi kendaraan roda dua dan roda empat tampak mendominasi area pelabuhan.

Kepadatan ini tidak hanya disebabkan oleh tingginya volume kedatangan pemudik, tetapi juga akibat keterbatasan kapasitas angkut pada jadwal keberangkatan sebelumnya.

Sejumlah kendaraan roda empat dilaporkan belum terakomodasi dalam skema ekstra trip yang diberlakukan oleh Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Penyeberangan Tobaku pada dini hari. Kondisi tersebut mengakibatkan terjadinya penumpukan kendaraan yang harus menunggu giliran pada jadwal keberangkatan pagi.

Kapal penyeberangan KMP New Rose yang dijadwalkan beroperasi pada pukul 08.30 Wita tercatat telah mencapai kapasitas maksimum. Implikasinya, sebagian pemudik harus mengalami penundaan keberangkatan dan dialihkan ke trip berikutnya.

Fenomena serupa juga terjadi pada moda transportasi roda dua. Ratusan sepeda motor yang tidak terangkut pada trip awal terpaksa mengalami delay dan menunggu pada jadwal keberangkatan lanjutan, yakni trip kedua dan ketiga.

Hingga pukul 09.00 Wita, arus masuk kendaraan ke kawasan pelabuhan masih berlangsung secara kontinu. Secara demografis, mayoritas pemudik berasal dari luar wilayah Kolaka Utara dengan tujuan penyeberangan menuju sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.

Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Tenggara, Maulana, menyatakan bahwa puncak kepadatan diproyeksikan masih terjadi pada H-2 Lebaran. Hal ini berkorelasi dengan dimulainya masa libur bagi sebagian besar pekerja sektor formal.

“Kepadatan masih berpotensi berlangsung hari ini. Faktor utama dipengaruhi oleh awal masa libur perkantoran. Untuk H-1 Lebaran, tren pergerakan diperkirakan mulai mengalami penurunan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Maulana mengungkapkan eskalasi volume pemudik telah terdeteksi sejak H-6 Lebaran, tepatnya pada Sabtu (14/3/2026). Bahkan pada H-3, pihak Satpel terpaksa melakukan intervensi operasional berupa penambahan trip untuk KMP Merak guna mengurai kepadatan.

Dari sisi komposisi kendaraan, dominasi kendaraan roda empat menunjukkan preferensi pemudik terhadap moda transportasi berbasis keluarga. Sebagian besar pengguna jasa telah memasuki area pelabuhan sejak sore hingga dini hari untuk mengamankan nomor antrean.

Sementara itu, Kepala Cabang PT Afta Trans Mandiri, Syamsul Bahri, menegaskan bahwa meskipun terjadi lonjakan volume penumpang, pihak operator tetap berupaya mengoptimalkan kapasitas layanan melalui pemanfaatan armada yang tersedia.

“Secara operasional, kami mengupayakan seluruh pemudik dapat terdistribusi hari ini. Namun, untuk kendaraan yang datang pada rentang siang hingga sore, terdapat probabilitas keberangkatan bergeser ke jadwal esok hari,” ujarnya.

Penulis : Ris

Komentar