Bupati Kolaka Utara Letakkan Batu Pertama Musala Amirul Mukminin Desa Kalu-kaluku

Regional1037 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Tanah yang diwakafkan keluarga almarhum Amir di Dusun V, Desa Kalu-Kaluku, Kecamatan Kodeoha, Kolaka Utara, mulai memasuki babak baru. Di atas lahan itu, pembangunan Musala Amirul Mukminin resmi dimulai setelah Bupati Kolaka Utara Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H., meletakkan batu pertama, Kamis, 24 September 2026.

Peletakan batu pertama itu didampingi Kepala Desa Kalu-Kaluku, Ahmad Randi, S.E., dan dihadiri unsur pemerintah kecamatan, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Bagi keluarga ahli waris almarhum Amir, tanah tersebut bukan sekadar aset yang dialihkan kepemilikannya. Wakaf itu diniatkan menjadi bagian dari amal jariyah yang manfaatnya dapat terus dirasakan masyarakat.

Nur Rahman mengapresiasi keputusan keluarga ahli waris yang menyerahkan tanah untuk pembangunan rumah ibadah. Menurut dia, wakaf untuk kepentingan umat merupakan bentuk kepedulian sosial yang manfaatnya dapat berlangsung lintas generasi.

“Kami menyampaikan apresiasi kepada keluarga ahli waris yang telah menghibahkan tanah untuk pembangunan masjid ini. Mudah-mudahan proses pembangunannya berjalan lancar dan nantinya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” ujar Bupati.

Nur Rahman berharap Musala Amirul Mukminin kelak tidak hanya menjadi tempat menunaikan ibadah. Bangunan itu diharapkan menjadi ruang bagi kegiatan keagamaan sekaligus tempat masyarakat mempererat silaturahmi.

Harapan tersebut, kata Nur Rahman, membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak proses pembangunan. Ia mengajak warga mempertahankan semangat gotong royong agar pembangunan musala dapat segera rampung dan digunakan.

“Yang terpenting adalah bagaimana pembangunan ini dapat berjalan dengan baik. Mari kita jaga kebersamaan dan bergotong royong agar masjid (musala.red) ini dapat segera dimanfaatkan,” katanya.

Wakaf tanah tersebut sekaligus menempatkan keluarga almarhum Amir dalam sebuah tradisi kebaikan yang berumur panjang. Bagi keluarga ahli waris, pembangunan rumah ibadah di atas tanah wakaf itu diharapkan menjadi amal jariyah kebaikan yang manfaatnya terus mengalir melalui setiap ibadah dan aktivitas keagamaan yang berlangsung di dalamnya.

Dengan peletakan batu pertama itu, pembangunan Musala Amirul Mukminin memasuki tahap awal. Masyarakat Desa Kalu-Kaluku kini menanti hadirnya sebuah ruang ibadah yang tidak hanya representatif, tetapi juga dapat menjadi titik temu kehidupan keagamaan dan sosial warga.

Acara tersebut turut dihadiri Camat Kodeoha, Bagian Kesra Setda Kolaka Utara, Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kolaka Utara, Kepala KUA Kecamatan Kodeoha, Imam Kecamatan Kodeoha, Ketua MUI Kecamatan Kodeoha, Ketua DMI Kecamatan Kodeoha, serta tokoh masyarakat setempat.

Penulis: Astar