Diduga Kelebihan Muatan, Pickup Mundur Saat Menanjak lalu Terjun ke Jurang 15 Meter di Kolaka Utara

Peristiwa147 Dilihat

“Kendaraan tersebut dilaporkan mundur saat menanjak lalu terjun ke jurang sedalam sekitar 15 meter akibat diduga kelebihan muatan”

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Sebuah mobil pick up mengalami kecelakaan tunggal di jalur pendakian Pondok Rotan, Desa Bahari, Kecamatan Tolala, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Kamis (5/3/2026) malam.

Kendaraan tersebut dilaporkan mundur saat menanjak lalu terjun ke jurang sedalam sekitar 15 meter akibat diduga kelebihan muatan.

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.00 Wita. Mobil pick up merek Daihatsu warna hitam dengan nomor polisi DD 8235 DG yang dikemudikan Ansar (43) sedang dalam perjalanan dari Sulawesi Selatan menuju Kendari dengan membawa berbagai barang muatan.

Muatan kendaraan tersebut diketahui terdiri dari tabung oksigen, gardan mobil, keramik, serta pakaian. Saat melintasi pendakian Pondok Rotan di Desa Bahari, kendaraan diduga tidak mampu menanjak karena beban yang terlalu berat.

“Diduga kendaraan kelebihan muatan sehingga tidak kuat menanjak, kemudian mundur dan akhirnya jatuh ke jurang dengan kedalaman sekitar 15 meter,” ujar PS. Kasubsi Penmas Humas Polres Kolaka Utara, Aipda A. Syaiful, Jumat (6/3/2026).

Akibat kejadian tersebut, sopir bernama Ansar yang merupakan warga Desa Patontongan, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan mengalami luka robek pada kedua lengannya. Meski demikian, korban dilaporkan selamat dari insiden tersebut.

Sementara kendaraan mengalami kerusakan cukup parah pada bagian kepala mobil serta bak kendaraan akibat benturan saat terjatuh ke dalam jurang.

Polisi memperkirakan total kerugian material akibat kecelakaan tersebut mencapai sekitar Rp50 juta.

Aipda A. Syaiful menjelaskan, pihak kepolisian mengetahui kejadian tersebut pada Jumat (6/3/2026) sekitar pukul 18.15 Wita. Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.

“Petugas langsung mendatangi dan mengamankan tempat kejadian perkara, mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi, membantu korban mengevakuasi muatan kendaraan ke pinggir jalan, serta mengupayakan proses evakuasi kendaraan dari jurang,” jelasnya.

Ia juga mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan angkutan barang, agar memperhatikan kapasitas muatan kendaraan, terlebih saat melintasi jalur yang memiliki medan berat seperti tanjakan dan turunan.

“Pengemudi diharapkan lebih memperhatikan kapasitas muatan serta kondisi kendaraan agar kejadian serupa tidak terulang, apalagi di jalur yang memiliki medan cukup ekstrem,” tutupnya.

Penulis : Ris

Komentar