Dua Karhutla dalam Satu Malam, Petugas Damkar Kolaka Utara Berjibaku di Porehu dan Sarambu

Regional501 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Api belum sepenuhnya padam di Desa Porehu, Kecamatan Porehu, ketika laporan kebakaran lain datang dari Desa Sarambu. Dalam rentang malam hingga dini hari, petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kolaka Utara harus bergerak dari satu titik api ke titik lainnya.

Kebakaran pertama dilaporkan pada Selasa, 22 September 2026, sekitar pukul 17.00 Wita di Desa Porehu. Dua puluh menit kemudian, personel Pos VI Porehu tiba di lokasi dengan satu unit armada dan 11 personel yang dipimpin Komandan Peleton (Danton) Pos VI Porehu, Onki Menaki.

Kasi Penyelamatan dan Evakuasi Damkarmat Kolaka Utara, M. Syafri, S.Sos., mengatakan petugas langsung melakukan upaya pemadaman. Namun, kondisi di lapangan membuat tim membutuhkan tambahan personel dan armada.

Personel Damkarmat Pos V Batu Putih dan Pos VI Porehu berjibaku melakukan pemadaman api. Foto: Damkarmat Kolut.
Personel Damkarmat Pos V Batu Putih dan Pos VI Porehu berjibaku melakukan pemadaman api. Foto: Damkarmat Kolut.

“Pos V Batu Putih kemudian mengirim sembilan personel beserta satu unit armada. Tim bantuan tiba sekitar pukul 22.00 Wita dan bergabung dalam operasi pemadaman. Api baru berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.30 Wita, Rabu, 23 September 2026,” kata Syafri, Kamis, 24 September 2026.

Belum lama setelah api di Porehu berhasil dipadamkan, laporan kedua masuk. Pada pukul 01.51 Wita, Pos VI Porehu menerima informasi kebakaran lahan di Desa Sarambu, Kecamatan Porehu.

Lima belas menit kemudian, petugas bergerak menuju lokasi. Sebanyak 18 personel dari Pos VI Porehu dan Pos V Batu Putih dikerahkan dengan dua unit armada.

Pemadaman berlangsung hingga pukul 03.34 Wita. Luas area yang terbakar di Desa Sarambu diperkirakan mencapai 4–5 hektare.

“Luas area yang terbakar di Desa Sarambu diperkirakan mencapai 4–5 hektare,” ujarnya.

Dua kejadian tersebut membuat petugas bekerja hampir sepanjang malam. Penanganan kebakaran di Porehu berlangsung sekitar delapan jam 30 menit, terhitung sejak laporan diterima pukul 17.00 Wita hingga api dinyatakan padam pukul 01.30 Wita.

 Lokasi kebakaran di Kecamatan Porehu. Foto: Damkarmat Kolut.

Syafri mengatakan proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala. Medan yang sulit menyulitkan pergerakan petugas dan armada. Selain itu, ketersediaan selang pemadaman terbatas dan petugas mengalami kesulitan memperoleh sumber air.

“Kondisi tersebut membuat pemadaman tidak sekadar bergantung pada kecepatan petugas tiba di lokasi. Akses menuju titik api, ketersediaan air, serta peralatan menjadi bagian penting dalam menentukan proses pengendalian kebakaran,” katanya.

Penyebab kebakaran di dua lokasi tersebut belum diketahui secara pasti. Damkarmat masih mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran atau membuka lahan dengan cara membakar, terutama dalam kondisi kemarau.

Syafri juga mengimbau masyarakat tidak membuang puntung rokok sembarangan, khususnya ketika berada di kawasan perkebunan atau lahan yang kering.

Menurut dia, bara kecil dari aktivitas manusia dapat menjadi sumber api ketika berada di lahan yang mudah terbakar.

“Jangan melakukan pembakaran lahan dan jangan membuang puntung rokok sembarangan, terutama di lokasi perkebunan yang kondisinya kering. Ini untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” imbaunya.

Penulis: Ris