Dua Motor di Kolaka Utara Adu Banteng, Pengendara Tersungkur Bersimbah Darah

Peristiwa103 Dilihat

“Peristiwa ini melibatkan dua unit Yamaha MX King 135. Motor pertama dikendarai Nasruddin yang berboncengan dengan Maria Ulfa, sementara motor lainnya dikendarai Anwar”

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID Kecelakaan lalu lintas dramatis terjadi di Jalan Trans Sulawesi, Desa Meeto, Kecamatan Kodeoha, Kabupaten Kolaka Utara, Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 14.00 WITA. Dua sepeda motor terlibat tabrakan keras hingga membuat para pengendara terhempas ke badan jalan.

Peristiwa ini melibatkan dua unit Yamaha MX King 135. Motor pertama dikendarai Nasruddin yang berboncengan dengan Maria Ulfa, sementara motor lainnya dikendarai Anwar.

Kasubsid PIDM Humas Polres Kolaka Utara, Aipda Ahmad Syaiful, menjelaskan kecelakaan bermula saat Anwar melaju dari arah selatan (Lasusua) menuju utara (Lapai). Setibanya di lokasi kejadian, ia berupaya berbelok ke kanan menuju sebuah toko di pinggir jalan.

Namun nahas, di saat bersamaan dari arah yang sama melaju motor yang dikendarai Nasruddin. Jarak yang terlalu dekat membuat tabrakan tak terhindarkan.

“Pengendara yang hendak berbelok seharusnya memastikan kondisi jalan aman, sementara pengendara di belakang juga wajib menjaga jarak dan kecepatan agar dapat mengantisipasi kendaraan di depannya,” ujarnya.

Benturan keras, lanjut  Ahmad Syaiful, membuat kedua motor rusak dan para korban terjatuh. Nasruddin mengalami luka serius di bagian kepala disertai pendarahan dari hidung, telinga, dan mulut. Ia langsung dilarikan ke RSUD H.M. Djafar Harun untuk penanganan intensif.

“Maria Ulfa mengalami luka robek pada bibir, lecet di kedua kaki, luka pada betis dan pergelangan kaki, serta memar di bagian dahi. Ia juga dirawat di rumah sakit yang sama,” terangnya.

Adapun Anwar mengalami luka ringan berupa lecet di dahi dan betis serta nyeri pada pergelangan kaki. Setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas Kodeoha, ia diperbolehkan pulang.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian material ditaksir mencapai Rp1 juta.

Menurut Ahmad Syaiful kecelakaan dipicu faktor kelalaian pengendara. Masyarakat pun diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintas di jalur Trans Sulawesi yang dikenal padat dan rawan kecelakaan.

Penulis : Ris

Komentar