Dua Warga Laonti Selamat dari Insiden Kapal Mati Mesin

Regional26 Dilihat

KONAWE, REPUBLIX.ID – Dua warga Desa Labotaone, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, ditemukan selamat setelah kapal rakyat yang mereka tumpangi mengalami mati mesin dan mulai kemasukan air di perairan Lapuko, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.

Kedua korban, Asrun, 59 tahun, dan Muru, 20 tahun, sebelumnya dilaporkan membutuhkan pertolongan setelah kapal yang membawa mereka dari Cempedak menuju Lapuko mengalami gangguan mesin pada Sabtu, 27 September 2026.

Kapal tersebut mengalami mati mesin sekitar lima mil laut atau 9,26 kilometer sebelum tiba di Lapuko. Kondisi semakin mengkhawatirkan setelah air laut mulai masuk ke dalam kapal.

Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari kemudian mengerahkan tim rescue untuk mencari keberadaan kedua korban.

Tim tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 21.27 Wita. Penyisiran dilakukan di sekitar titik terakhir kapal dilaporkan, termasuk hingga perairan sekitar PLTU Lapuko.

Sekitar satu jam kemudian, kabar baik diterima tim SAR. Pada pukul 22.21 Wita, kedua korban diketahui telah ditemukan dalam kondisi selamat oleh rekan mereka.

“Korban telah ditemukan dalam keadaan selamat oleh rekannya. Tim rescue kemudian bergerak menuju lokasi penemuan untuk memastikan kondisi keduanya,” kata Kepala KPP Kendari, Amiruddin AS, Senin, 28 September 20206.

Saat tim tiba di sekitar lokasi, kapal korban telah lebih dahulu mencapai tepian pantai. Tim rescue tidak dapat langsung merapat karena perairan di lokasi cukup dangkal sehingga tidak memungkinkan Rigid Inflatable Boat (RIB) mendekat.

Setelah memastikan kedua korban dalam keadaan selamat, operasi pencarian dan pertolongan dinyatakan selesai dan ditutup.

“Dengan telah ditemukannya korban dalam keadaan selamat, operasi SAR dinyatakan selesai dan ditutup,” ujar Amiruddin.

Operasi tersebut melibatkan personel KPP Kendari, ABK KN SAR Pacitan serta rekan korban. Tim menggunakan sejumlah peralatan, antara lain rescue car, RIB, longboat, peralatan evakuasi dan medis serta perangkat komunikasi.

Berdasarkan informasi cuaca dari BMKG, kondisi perairan saat operasi berlangsung relatif mendukung dengan cuaca cerah. Angin bertiup sekitar 7 knot dari arah tenggara ke barat laut, sedangkan tinggi gelombang berkisar 0,1 hingga 0,5 meter.

Penulis: Ris