Ekstra Trip Dua Hari Efektif, Arus Mudik Pelabuhan Tobaku-Siwa Berangsur Normal di H-1 Lebaran

Regional88 Dilihat

“Ekstra trip yang diberlakukan pada H-2 terbukti efektif mengurai antrean panjang, khususnya kendaraan roda empat yang sebelumnya harus menunggu berjam-jam”

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Arus mudik di Pelabuhan Tobaku, Kecamatan Katoi, Kabupaten Kolaka Utara, berangsur normal pada H-1 Idulfitri 1447 Hijriah. Antrean panjang kendaraan yang sebelumnya memadati pelabuhan kini nyaris tak terlihat setelah pemberlakuan ekstra trip selama dua hari terakhir.

Pantauan di lokasi, aktivitas penyeberangan menuju Siwa, Sulawesi Selatan, berlangsung lancar. Tidak tampak lagi penumpukan signifikan kendaraan roda dua maupun kendaraan keluarga (KK). Area parkir pelabuhan pun hanya diisi belasan kendaraan yang menunggu jadwal keberangkatan berikutnya.

Pengawas Keselamatan dan Keamanan Pelayaran Balai Pengelolaan Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sulawesi Tenggara, Maulana, mengatakan kebijakan penambahan jadwal pelayaran menjadi faktor utama meredanya kepadatan.

Menurutnya, ekstra trip yang diberlakukan pada H-2 terbukti efektif mengurai antrean panjang, khususnya kendaraan roda empat yang sebelumnya harus menunggu berjam-jam.

“Kalau tidak ada tambahan trip kemarin, kemungkinan besar hari ini kendaraan masih mengantre,” ujar Maulana, Kamis (19/3/2026).

Ia menjelaskan, Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Penyeberangan Tobaku-Siwa mulai memberlakukan ekstra trip sejak H-3 dan H-2. Tambahan pelayaran dilakukan menggunakan KMP Merak yang diberangkatkan pukul 01.00 WITA dini hari, serta KMP New Rose pada pukul 21.00 WITA.

Kebijakan tersebut menambah frekuensi penyeberangan dari semula tiga kali sehari menjadi empat kali, sehingga mampu mempercepat proses pengangkutan pemudik.

“Puncak arus mudik terjadi pada H-3 dan H-2. Itu terlihat dari penambahan trip yang sebelumnya hanya tiga kali sehari menjadi empat kali,” jelasnya.

Meski kondisi sudah jauh lebih terkendali, masih terdapat belasan kendaraan yang tertahan di pelabuhan. Kendaraan tersebut dijadwalkan berangkat pada pelayaran berikutnya.

“Kendaraan yang tersisa ini akan diangkut oleh KMP New Camellia pada siang hari dan KMP Merak pada sore hari. Hari ini dipastikan semuanya terangkut,” tambahnya.

Maulana mengungkapkan, lonjakan arus mudik mulai terasa sejak H-6 atau Sabtu, 13 Maret 2026, dan terus meningkat hingga H-2. Kepadatan ini dipicu oleh dimulainya libur sekolah sejak 14 Maret serta kebijakan libur bagi aparatur sipil negara (ASN) pada 18 Maret.

Berdasarkan data BPTD, jumlah pemudik yang menyeberang menuju Siwa pada puncak arus mudik mencapai 1.429 orang, dengan total kendaraan roda dua dan roda empat sebanyak 644 unit.

Dengan kondisi yang kini kembali normal, pihak terkait memastikan pelayanan penyeberangan tetap berjalan optimal guna mengantisipasi sisa arus mudik menjelang Hari Raya Idul fitri.

Penulis: Ris

Komentar