Gempa M 3,0 Guncang Kolaka Timur dan Konawe, Getaran Terasa di Dalam Rumah

Peristiwa69 Dilihat

“Lokasi gempa berada di darat, sekitar 11 kilometer di selatan Kabupaten Kolaka Timur dengan kedalaman 3 kilometer”

KOLAKA TIMUR, REPUBLIX.ID – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 3,0 mengguncang wilayah Kabupaten Kolaka Timur dan Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara, pada Senin (16/3/2026) pagi.

Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Tenggara, gempa terjadi pada pukul 05.28.20 WIB. Episenter gempa berada pada koordinat 4,10 Lintang Selatan dan 121,87 Bujur Timur.

Lokasi gempa berada di darat, sekitar 11 kilometer di selatan Kabupaten Kolaka Timur dengan kedalaman 3 kilometer.

Pelaksana Tugas Kepala Bagian BMKG Wilayah IV, Nasrol Adil menjelaskan, gempa tersebut tergolong gempa bumi dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” jelasnya dalam keterangan resmi.

Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) BMKG dan laporan masyarakat, getaran gempa dirasakan di wilayah Kolaka Timur dengan intensitas III MMI, serta di Kabupaten Konawe pada skala II hingga III MMI.

Pada intensitas tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seolah-olah ada truk berat yang melintas. Pada siang hari, guncangan dapat dirasakan banyak orang di dalam rumah dan sebagian orang di luar rumah. Beberapa benda seperti gerabah dapat pecah, sementara jendela dan pintu berderik serta dinding rumah berbunyi.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban akibat gempa tersebut.

BMKG juga mencatat bahwa hingga pukul 06.10 WIB, hasil pemantauan belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. BMKG menegaskan agar masyarakat hanya mengakses informasi resmi melalui kanal komunikasi BMKG yang telah terverifikasi, seperti media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG, serta aplikasi InfoBMKG.

BMKG juga terus memantau perkembangan aktivitas seismik di wilayah tersebut guna memastikan kondisi tetap aman.

Penulis : Ris

Komentar