Gempa M 4,9 Guncang Konawe Kepulauan, BMKG: Dipicu Aktivitas Sesar Naik Tolo

Peristiwa72 Dilihat

“BMKG mencatat gempa memiliki episenter di laut, tepatnya pada koordinat 3,72 Lintang Selatan dan 123,44 Bujur Timur, atau sekitar 61 kilometer timur laut Konawe Kepulauan, dengan kedalaman 10 kilometer”

KONAWE KEPULAUAN, REPUBLIX.ID – Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah Kabupaten Konawe Kepulauan, Kamis (26/3/2026) pukul 11.39 WIB. Peristiwa ini sempat dirasakan masyarakat di sejumlah daerah, meski hingga kini belum dilaporkan adanya kerusakan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Tenggara mencatat gempa memiliki episenter di laut, tepatnya pada koordinat 3,72 Lintang Selatan dan 123,44 Bujur Timur, atau sekitar 61 kilometer timur laut Konawe Kepulauan, dengan kedalaman 10 kilometer.

Pelaksana Tugas Kepala Bagian BMKG Wilayah IV, Nasrol Adil, menjelaskan bahwa gempa tersebut tergolong dangkal dan dipicu oleh aktivitas tektonik Sesar Naik Tolo.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Tolo,” ujarnya.

Berdasarkan hasil analisis peta guncangan (Shakemap) dan laporan masyarakat, gempa dirasakan cukup nyata di Konawe Kepulauan dengan intensitas IV MMI. Pada skala ini, getaran terasa di dalam rumah dan menyerupai getaran akibat kendaraan berat yang melintas.

Sementara itu, guncangan dengan intensitas III MMI juga dirasakan di wilayah Kota Kendari dan Konawe Selatan. Pada tingkat ini, getaran dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah, disertai bunyi getaran pada jendela, pintu, maupun dinding.

Meski demikian, hingga laporan terakhir diterima, belum terdapat informasi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat gempa tersebut.

BMKG juga memastikan, hingga saat ini, hasil monitoring belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock). Kendati demikian, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi gempa lanjutan.

Selain itu, BMKG menegaskan pentingnya masyarakat untuk mengakses informasi resmi hanya melalui kanal yang telah terverifikasi guna menghindari penyebaran hoaks yang dapat menimbulkan kepanikan.

Peristiwa gempa ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana, khususnya di kawasan Sulawesi Tenggara yang berada pada zona aktif tektonik.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, serta selalu mengikuti arahan resmi dari pemerintah dan otoritas terkait.

Dengan kondisi terkini yang masih aman tanpa laporan kerusakan, aktivitas masyarakat diharapkan dapat kembali berjalan normal sembari tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.

Penulis : Ris

Komentar