Gempa M5,3 Guncang Timur Laut Tarakan Getaran Terasa hingga Sebatik

Peristiwa35 Dilihat

JAKARTA, REPUBLIX.ID – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang wilayah timur laut Tarakan, Kalimantan Utara, Selasa, 6 Oktober 2026 malam. Getarannya dirasakan warga di sejumlah wilayah Sebatik, Kabupaten Nunukan, hingga Kota Tarakan.

Gempa terjadi pada pukul 20.11.23 WIB. Berdasarkan analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berada di darat pada koordinat 5,05 derajat Lintang Utara dan 118,85 derajat Bujur Timur, atau sekitar 234 kilometer timur laut Tarakan.

Gempa tersebut memiliki kedalaman 13 kilometer. BMKG menyatakan gempa ini tergolong dangkal dan berkaitan dengan aktivitas sesar aktif.

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” demikian keterangan Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc., Selasa malam.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa memiliki pola pergerakan naik atau thrust fault.

Meski cukup kuat untuk dirasakan masyarakat, BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi memicu tsunami. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan tidak adanya ancaman tsunami akibat gempa ini.

“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata BMKG dalam keterangannya.

Getaran paling terasa di wilayah Sebatik. Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI di Sebatik Utara, Sebatik Timur, dan Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan.

Pada skala III MMI, getaran dirasakan nyata di dalam rumah. Sensasinya menyerupai getaran ketika sebuah truk melintas.

Sementara di Tarakan, guncangan dirasakan dengan intensitas II-III MMI.

Hingga pukul 20.25 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

“Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ujar BMKG.

Warga juga diminta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat guncangan gempa.

BMKG memastikan pemantauan terhadap aktivitas gempa di wilayah tersebut terus dilakukan. Informasi perkembangan gempa akan disampaikan melalui kanal resmi BMKG.

Penulis: Ris