Jaga Daya Beli Masyarakat, Kolaka Utara Intensifkan Operasi Pasar Murah Kelang Puasa

Ekobis64 Dilihat

“Gerakan Pasar Murah (GMP) merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah untuk merespons kecenderungan kenaikan harga sejumlah komoditas pokok menjelang Ramadan”

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara mengintensifkan operasi pasar murah guna menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Kegiatan tersebut dipusatkan di Bundaran Suawindu, Lasusua, Jumat (13/2/2026).

Operasi pasar murah yang dikemas dalam Gerakan Pangan Murah (GPM) ini dibuka langsung, Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, S.E serta dihadiri unsur Forkopimda, pimpinan OPD, instansi vertikal, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kolaka Utara, Bakri, S.Km mengatakan, langkah ini merupakan bentuk intervensi pemerintah daerah untuk merespons kecenderungan kenaikan harga sejumlah komoditas pokok menjelang Ramadan.

“Permintaan bahan pokok biasanya meningkat menjelang puasa. Karena itu, kami intensifkan operasi pasar murah agar pasokan tetap tersedia dan harga tidak melonjak,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah komoditas strategis dengan harga terjangkau, antara lain 4 ton beras SPHP seharga Rp 60.000 per 5 kilogram, 2 ton beras premium Anoa Sultra Rp 62.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp 11.500 per kilogram, minyak goreng Rp 16.500 per liter, serta telur ayam ras Rp 51.000 per rak.

Bakri mengungkapkan, secara kumulatif sejak Juli 2025 hingga Februari 2026, Dinas Ketapang telah melaksanakan operasi pasar murah sebanyak 23 kali di sembilan kecamatan dengan total distribusi mencapai 36 ton beras, 2 ton gula pasir, 556 liter minyak goreng, dan 750 rak telur.

“Berdasarkan pemantauan kami, kegiatan ini cukup efektif membantu menjaga stabilitas harga sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat,” katanya.

Dalam waktu dekat, operasi serupa juga akan digelar di dua kecamatan yakni Kecamatan Batu Putih pada 14 Februari 2026 dan Kecamatan Ngapa tanggal, 16 Februari 2026 sebagai bagian dari rangkaian pengendalian inflasi daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati H. Jumarding menegaskan bahwa operasi pasar murah bukan sekadar agenda rutin, melainkan instrumen strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Kami ingin memastikan masyarakat bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Pemerintah daerah harus hadir ketika ada potensi gejolak harga,” tegasnya.

Wabup juga mengajak seluruh pihak, khususnya TPID dan perangkat daerah terkait, untuk terus memperkuat koordinasi dalam menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan stok pangan.

Dengan intensifikasi operasi pasar murah menjelang puasa, Pemkab Kolaka Utara berharap masyarakat dapat menyambut Ramadan dengan lebih tenang tanpa terbebani lonjakan harga kebutuhan pokok.

Penulis : Ris

Komentar