Kontak Tembak di KM 50 Freeport, 1 Prajurit TNI Gugur dan 2 Orang Luka

Ragam31 Dilihat

“Insiden terjadi saat rombongan melintas di wilayah kawasan KM 50 area operasional PT Freeport Indonesia dan langsung mendapat serangan dari kelompok bersenjata yang selama ini dikategorikan aparat sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua”

JAYAPURA, REPUBLIX.ID Kontak tembak terjadi di kawasan KM 50 area operasional PT Freeport Indonesia, Papua Tengah, Rabu (11/2/2026). Insiden yang melibatkan aparat keamanan dan kelompok bersenjata itu mengakibatkan satu prajurit TNI gugur serta dua orang lainnya mengalami luka.

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Inf Tri Purwanto membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut insiden terjadi saat rombongan melintas di wilayah tersebut dan langsung mendapat serangan dari kelompok bersenjata yang selama ini dikategorikan aparat sebagai Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

“Benar telah terjadi insiden kontak tembak di KM 50 Area PT FI. Saat ini seluruh korban sudah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis secara optimal,” ujar Tri Purwanto dalam keterangannya sebagaimana dilansir dari iNews Papua.id, Kamis (12/2/2026).

Dalam kejadian itu, Serka AC dilaporkan gugur. Sementara Sertu H mengalami luka dan perdarahan pada bagian hidung akibat kontak tembak. Selain prajurit TNI, seorang warga sipil berinisial HR yang merupakan karyawan PT Freeport Indonesia juga mengalami luka tembak dan kini menjalani perawatan medis.

Pasca-insiden, aparat TNI bersama unsur keamanan lainnya langsung melakukan evakuasi korban dan memperketat pengamanan di sekitar lokasi kejadian. Penyisiran juga dilakukan guna memastikan situasi tetap terkendali dan mencegah potensi gangguan lanjutan.

Hingga kini, kondisi di area KM 50 dilaporkan dalam pemantauan ketat aparat keamanan. TNI mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Insiden ini kembali menyoroti dinamika keamanan di wilayah sekitar area operasional PT Freeport Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir kerap terjadi gangguan bersenjata. Aparat memastikan langkah penegakan hukum dan pengejaran terhadap pelaku terus dilakukan.

Penulis : Ris

Komentar