Pendaki Cedera Ditinggal Demi Summit di Gunung Bawakaraeng, Tuai Kecaman

Peristiwa56 Dilihat

“Dilansir dari media RakyatSulsel, Peristiwa ini terjadi dalam rombongan berjumlah empat orang yang diketahui saling mengenal melalui media sosial. Mereka memulai pendakian pada 26 Maret 2026”

GOWA, REPUBLIX.ID – Insiden memprihatinkan terjadi di jalur pendakian Gunung Bawakaraeng pada akhir Maret 2026. Seorang pendaki berinisial A (laki-laki) terpaksa bertahan dalam kondisi cedera kaki parah setelah ditinggal tiga rekannya yang tetap melanjutkan perjalanan demi mencapai puncak.

Dilansir dari media RakyatSulsel, Peristiwa ini terjadi dalam rombongan berjumlah empat orang yang diketahui saling mengenal melalui media sosial. Mereka memulai pendakian pada 26 Maret 2026.

Masalah muncul saat perjalanan menuju Pos 8. Korban dilaporkan terjatuh dan mengalami cedera serius pada kaki. Kondisi tersebut memaksa rombongan menghentikan perjalanan dan mendirikan kamp darurat di sekitar Pos 7.

Namun, situasi berubah pada keesokan harinya, 27 Maret 2026. Saat kondisi korban semakin memburuk dan tidak mampu berjalan, tiga rekannya justru mengambil keputusan kontroversial.

Sekitar pukul 11.14 Wita, mereka tetap melanjutkan pendakian menuju Pos 10 untuk melakukan summit. Keputusan itu disebut dilatarbelakangi rasa tidak enak dari korban yang merasa hanya “diajak”, sementara rekan lainnya memiliki ambisi kuat mencapai puncak.

Beruntung, tim dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang telah bergerak sejak malam hari berhasil menemukan korban di area perkemahan. Korban kemudian mendapatkan penanganan medis dan dievakuasi dalam kondisi selamat.

Meski demikian, tindakan meninggalkan rekan setim dalam kondisi cedera menuai kecaman dari berbagai pihak, terutama komunitas pendaki. Keputusan tersebut dinilai bertentangan dengan etika dasar pendakian gunung.

Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya prinsip “mendaki bersama, pulang bersama”, di mana keselamatan seluruh anggota tim harus menjadi prioritas utama, bukan ambisi mencapai puncak semata.

Selain itu, para pendaki juga diimbau untuk memastikan kesiapan fisik, logistik, serta komitmen tim sebelum melakukan pendakian, guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.

Penulis : Ris

Komentar