“Produksi telur baru mulai berjalan secara optimal pada awal 2026. Saat ini, kapasitas produksi telah mencapai sekitar 10 rak telur per hari, dengan tren peningkatan seiring bertambahnya usia produktif ternak”
KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Pemerintah Desa Samaturu, Kecamatan Watunohu, Kabupaten Kolaka Utara terus mengembangkan program ketahanan pangan berbasis peternakan ayam petelur sebagai upaya memperkuat ekonomi desa sekaligus mendukung ketersediaan pangan bergizi. Program ini mulai dirancang sejak tahun 2025 dan kini memasuki fase produksi awal.
Kepala Desa Samaturu, H. Muhammad Rusli, S.IP menjelaskan, program tersebut diawali dengan tahap perencanaan pembangunan pada 2025, meliputi pembangunan kandang hingga pengadaan bibit ayam petelur.
“Pada tahap awal, kami mengalokasikan anggaran sekitar Rp140 juta yang digunakan untuk pembangunan fasilitas, pembelian 400 ekor ayam petelur dan pemenuhan pakan ayam,” ujarnya.

Menurutnya, meskipun investasi dilakukan tahun lalu, produksi telur baru mulai berjalan secara optimal pada awal 2026. Saat ini, kapasitas produksi telah mencapai sekitar 10 rak telur per hari, dengan tren peningkatan seiring bertambahnya usia produktif ternak.
Dalam aspek operasional, kebutuhan pakan menjadi komponen biaya yang cukup signifikan. Rusli mengungkapkan, konsumsi pakan mencapai sekitar 20 sak per bulan, dengan distribusi penggunaan yang disesuaikan dengan fase pertumbuhan ayam hingga masa bertelur.
“Pada fase awal, ayam tidak langsung berproduksi maksimal. Produksi meningkat secara bertahap, mulai dari satu hingga dua rak per hari, hingga saat ini mencapai 10 rak per hari,” jelasnya.

Hasil produksi telur dipasarkan melalui skema distribusi campuran, yakni penjualan langsung kepada masyarakat sekitar serta suplai ke pasar tradisional. Harga jual telur saat ini berada pada kisaran Rp50 ribu per rak.
Program ini juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Saat ini, terdapat dua tenaga kerja yang terlibat langsung dalam pengelolaan peternakan ayam petelur tersebut.
Rusli menambahkan, pemilihan sektor peternakan ayam petelur sebagai program ketahanan pangan didasarkan pada prospek pasar yang menjanjikan, terutama seiring dengan adanya program pemerintah pusat terkait penyediaan makanan bergizi gratis.
“Kami melihat adanya peluang pasar yang berkelanjutan. Jika produksi meningkat, maka distribusi akan lebih mudah karena kebutuhan telur juga terus meningkat,” katanya.

Ke depan, Pemerintah Desa Samaturu menargetkan peningkatan skala usaha dengan menambah populasi ayam hingga di atas 1.000 ekor. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) serta memperkuat kemandirian ekonomi desa.
Selain itu, pihak desa juga berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah, khususnya melalui dinas terkait, guna membantu pengembangan program tersebut, baik dalam bentuk tambahan bantuan bibit maupun penguatan anggaran.
“Harapan kami, ada dukungan lanjutan sehingga populasi ayam bisa ditambah, minimal 200 hingga 400 ekor lagi. Dengan demikian, program ini dapat berkembang lebih optimal,” tutupnya.
Penulis : Ast








Komentar