Safari Ramadan di Lambai, Bupati Kolaka Utara Bicara Pembangunan hingga Peluang Ekonomi Desa

Ragam37 Dilihat

“Ramadan ini bukan hanya soal ibadah pribadi, tapi juga bagaimana menjaga kebersamaan dan harmoni. Itu modal besar membangun daerah”

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Masjid Raya Nurul Hidaya Kecamatan Lambai, Minggu (22/2/2026). Di tengah semangat Ramadan 1447 Hijriah, Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H hadir langsung menyapa warga dalam agenda Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara.

Bukan sekadar seremonial tahunan, Safari Ramadan kali ini menjadi ruang dialog terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Dalam sambutannya, Nur Rahman Umar mengajak warga menjadikan Ramadan sebagai momen memperbaiki diri sekaligus memperkuat persatuan.

“Ramadan ini bukan hanya soal ibadah pribadi, tapi juga bagaimana kita menjaga kebersamaan dan harmoni. Itu modal besar membangun daerah,” ujarnya.

Safari Ramadan di Lambai juga menjadi panggung refleksi satu tahun kepemimpinannya. Di hadapan masyarakat, Bupati memaparkan arah pembangunan yang kini difokuskan pada sektor-sektor mendasar.

Infrastruktur masih menjadi perhatian utama. Perbaikan dan pembangunan jalan serta jembatan terus digenjot untuk membuka akses antarwilayah. Menurutnya, konektivitas yang baik akan berdampak langsung pada pergerakan ekonomi masyarakat.

Di sektor layanan dasar, pembenahan fasilitas pendidikan dan kesehatan tak luput dari prioritas. Puskesmas dan sarana sekolah disebut terus ditingkatkan sebagai bagian dari investasi jangka panjang sumber daya manusia.

Tak kalah penting, sektor ekonomi rakyat juga didorong lewat bantuan sarana pertanian dan perikanan serta penguatan potensi desa berbasis komoditas unggulan.

Di tengah berbagai program tersebut, Bupati tak menampik adanya tantangan akibat kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Namun, ia memilih melihatnya sebagai tantangan yang harus dijawab dengan kreativitas dan kolaborasi.

Nur Rahman menyoroti peluang dari program nasional seperti Makanan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih yang bisa dimanfaatkan desa sebagai sentra produksi.

“Jangan hanya jadi penonton. Desa harus jadi pemasok. Kalau kita mampu produksi dan penuhi kebutuhan program itu, ekonomi desa akan tetap bergerak,” tegasnya.

Pernyataan itu menjadi pesan kunci: di tengah keterbatasan fiskal, peluang tetap terbuka bagi daerah yang siap bergerak.

Menutup kegiatan, Nur Rahman Umar menyampaikan Ramadan, harus menjadi energi baru untuk memperkuat solidaritas sekaligus mempercepat pembangunan Kolaka Utara ke arah yang lebih maju dan berdaya saing.

Penulis : Ris

Komentar