Sampah Menumpuk Dua Pekan, Warga Desa Beringin Protes Layanan DLH Kolaka Utara

Ragam247 Dilihat

“Tumpukan sampah terlihat di pekarangan rumah warga hingga di sepanjang jalan desa, memicu keresahan dan kekhawatiran akan dampak kesehatan”

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Warga Desa Beringin, Kecamatan Ngapa, Kabupaten Kolaka Utara mengeluhkan penumpukan sampah rumah tangga yang tak kunjung diangkut selama hampir dua pekan terakhir.

Tumpukan sampah terlihat di pekarangan rumah warga hingga di sepanjang jalan desa, memicu keresahan dan kekhawatiran akan dampak kesehatan.

Padahal, sebagian besar warga mengaku rutin membayar iuran retribusi kebersihan kepada petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kolaka Utara yang bertugas di wilayah Kecamatan Ngapa sebesar Rp 30.000 per kepala keluarga (KK) setiap bulan.

Tumpukan sampah di tepi jalan Desa Beringin, Kecamatan Ngapa. Foto: Ast

“Sudah hampir dua minggu sampah yang ada di pekarangan kami tidak diangkut. Daripada bertumpuk dan bau, sebagian kami angkut sendiri,” ujar Basrah, salah seorang warga, Rabu (18/2/2026).

Menurutnya, besaran iuran bervariasi, namun rata-rata warga membayar Rp 30.000 per bulan per KK. Warga menilai, dengan adanya pungutan rutin tersebut, pelayanan pengangkutan sampah seharusnya tetap berjalan normal.

“Kami tetap bayar tiap bulan. Harusnya pelayanan juga tetap jalan,” tambahnya.

Menanggapi keluhan tersebut, Staf DLH Kolaka Utara yang bertanggung jawab atas pengelolaan sampah di Kecamatan Ngapa, Nirwan, membenarkan adanya kendala di lapangan. Nirwana menyebut keterbatasan personel menjadi faktor utama tersendatnya pengangkutan sampah.

Tumpukan sampah rumah tangga di tepi jalan Desa Beringin, Kecamatan Ngapa. Foto: Ris

“Saat ini hanya tersisa dua petugas dalam satu mobil operasional. Dengan kondisi itu, pengangkutan menjadi sangat sulit dan tidak maksimal,” jelasnya.

Nirwan juga mengungkapkan, pihaknya telah beberapa kali berupaya melakukan koordinasi dengan pemerintah desa, termasuk mencoba menemui Kepala Desa Beringin. Namun, hingga kini pertemuan tersebut belum terlaksana karena kendala waktu.

Kondisi ini, lanjutnya, berpotensi semakin berat menjelang bulan puasa, ketika volume sampah rumah tangga biasanya meningkat. Bahkan, salah satu petugas disebut telah menyatakan keinginan untuk mengundurkan diri jika tidak ada penambahan tenaga.

Penulis : Ast

Komentar