“Mayoritas gempa yang terjadi memiliki kekuatan di bawah magnitudo 3 dan berada pada kedalaman dangkal. Aktivitas ini terpantau sejak dini hari hingga sore hari, dengan pusat gempa tersebar di wilayah Kolaka Timur, Kolaka, Kendari, hingga perairan dekat Buton Selatan”
KENDARI, REPUBLIX.ID – Wilayah Sulawesi Tenggara diguncang serangkaian gempa bumi ringan pada Sabtu, 7 Maret 2026. Berdasarkan data resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Tenggara, tercatat sedikitnya delapan kali gempa dengan magnitudo kecil terjadi di beberapa wilayah, terutama di Kabupaten Kolaka Timur.
Mayoritas gempa yang terjadi memiliki kekuatan di bawah magnitudo 3 dan berada pada kedalaman dangkal. Aktivitas ini terpantau sejak dini hari hingga sore hari, dengan pusat gempa tersebar di wilayah Kolaka Timur, Kolaka, Kendari, hingga perairan dekat Buton Selatan.
Gempa pertama tercatat pada pukul 03.17 WIB dengan magnitudo 2,0 yang berlokasi sekitar 5 kilometer tenggara Kolaka Timur dengan kedalaman 8 kilometer. Selang beberapa detik kemudian, gempa kedua berkekuatan magnitudo 2,1 kembali terjadi sekitar 10 kilometer selatan wilayah tersebut dengan kedalaman hanya 2 kilometer.
Aktivitas gempa berlanjut beberapa menit setelahnya. Pada pukul 03.20 WIB, gempa magnitudo 1,6 kembali terdeteksi di sekitar 10 kilometer selatan Kolaka Timur dengan kedalaman 5 kilometer.
Tidak hanya di Kolaka Timur, gempa juga tercatat di wilayah lain di Sulawesi Tenggara. Pada pukul 10.16 WIB, gempa magnitudo 2,2 terjadi sekitar 21 kilometer tenggara Kolaka dengan kedalaman 5 kilometer.
Beberapa jam kemudian, gempa kembali terjadi di wilayah Kolaka Timur pada pukul 11.47 WIB dengan magnitudo 1,7 di kedalaman 5 kilometer. Aktivitas seismik di wilayah ini kembali tercatat pada pukul 16.54 WIB dengan magnitudo 1,8 di sekitar 11 kilometer selatan Kolaka Timur.
Sementara itu, gempa dengan magnitudo terbesar pada hari tersebut tercatat berkekuatan 3,2 yang terjadi pada pukul 17.56 WIB. Gempa ini berlokasi sekitar 131 kilometer barat daya Buton Selatan dengan kedalaman 21 kilometer.
Selain itu, gempa magnitudo 2,6 juga terjadi pada pukul 13.13 WIB sekitar 34 kilometer selatan Kendari dengan kedalaman 6 kilometer.
BMKG menyampaikan, gempa dengan magnitudo kecil seperti ini umumnya tidak menimbulkan kerusakan. Meski demikian, masyarakat tetap diminta untuk tetap tenang namun waspada serta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila merasakan getaran gempa.
Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan maupun korban akibat rangkaian gempa tersebut. BMKG juga terus memantau aktivitas seismik di wilayah Sulawesi Tenggara dan mengimbau masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi yang tidak bersumber dari lembaga resmi.
Penulis : Ris








Komentar