Pesawat Perintis Ditembak Usai Mendarat di Papua Selatan, Dua Pilot Tewas

Nasional25 Dilihat

“Dua pilot yang berada di kokpit menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, para penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat”

BOVEN DIGOEL, REPUBLIX.ID – Insiden penembakan menimpa pesawat angkutan udara perintis di Papua Selatan, Selasa (11/2/2026). Peristiwa tragis tersebut terjadi sesaat setelah pesawat mendarat di Bandar Udara Koroway Batu, Kabupaten Boven Digoel. Dua orang pilot dilaporkan meninggal dunia, sementara seluruh penumpang selamat.

Dilansir dari cnbcindonesia.com, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan menyatakan telah menerima laporan resmi dari petugas bandar udara setempat tidak lama setelah kejadian berlangsung.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, mengungkapkan bahwa otoritas penerbangan langsung melakukan koordinasi lintas wilayah guna memastikan kondisi di lapangan serta menjamin keselamatan para penumpang.

“Pesawat Cessna Grand Caravan dengan nomor registrasi PK-SNR milik PT Smart Cakrawala Aviation melayani rute Tanah Merah menuju Danawage/Koroway Batu. Pesawat berangkat pukul 10.38 WITA dan mendarat pukul 11.05 WITA. Sesaat setelah mendarat, pesawat mengalami penembakan,” ujar Lukman dalam keterangan resmi, Rabu (11/2/2026).

Berdasarkan informasi awal, insiden terjadi ketika pesawat telah menyelesaikan proses pendaratan dan berada di area bandara. Dua pilot yang berada di kokpit menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, para penumpang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.

Kementerian Perhubungan memastikan koordinasi terus dilakukan bersama aparat keamanan dan pemerintah daerah setempat untuk mengamankan lokasi kejadian serta mendukung proses investigasi.

“Otoritas penerbangan berkomitmen menjaga keselamatan dan keamanan operasional penerbangan perintis, khususnya di wilayah Papua yang memiliki tantangan geografis dan keamanan tersendiri,” tegas Lukman.

Hingga berita ini diturunkan, aparat gabungan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif di balik penembakan tersebut. Aktivitas penerbangan di wilayah sekitar dilaporkan dalam pemantauan ketat guna mengantisipasi potensi gangguan lanjutan.

Insiden ini kembali menjadi sorotan terhadap aspek keamanan penerbangan perintis di Papua, yang selama ini menjadi tulang punggung konektivitas dan distribusi logistik bagi masyarakat di wilayah pedalaman.

Penulis : Ris

Komentar