Puluhan Paus Terdampar di Pantai Rote Ndao, Tim Konservasi Turun Tangan Lakukan Identifikasi

Peristiwa28 Dilihat

 

NTT, REPUBLIX.ID – Puluhan mamalia laut jenis paus dilaporkan terdampar di perairan Pantai Mbadokai, Desa Deranitan, Kecamatan Rote Barat Daya, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur. Peristiwa langka ini langsung mendapat perhatian dari tim konservasi yang turun ke lokasi untuk melakukan identifikasi.

Kepala Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang, Imam Fauzi, mengatakan pihaknya telah mengirim tim guna memastikan jumlah serta kondisi paus yang terdampar di kawasan tersebut.

“Kami sudah mengirim tim ke lokasi untuk melakukan identifikasi terhadap paus-paus yang terdampar,” kata Imam Fauzi, Selasa (10/3), seperti dilansir dari VOI.id.

Peristiwa ini pertama kali dilaporkan terjadi sejak Senin (9/3). Kemunculan paus dalam jumlah banyak di pesisir pantai sontak menarik perhatian warga setempat yang datang untuk menyaksikan langsung fenomena tersebut.

Laporan awal dari Pangkalan TNI Angkatan Laut Rote Ndao menyebutkan jumlah paus yang terdampar mencapai sekitar 50 ekor. Namun, menurut Imam Fauzi, angka tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut karena dinilai cukup besar.

“Kalau jumlahnya sampai 50 ekor tentu sangat besar. Saat ini tim masih melakukan identifikasi di lapangan untuk memastikan jumlah pastinya,” ujarnya.

Sementara itu, laporan sementara menyebutkan sedikitnya 11 ekor paus ditemukan dalam kondisi mati di pesisir pantai. Beberapa paus lainnya masih hidup namun berada dalam kondisi kritis karena mengalami luka-luka.

Untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut, pihak BKKPN juga berkoordinasi dengan dokter hewan setempat guna melakukan proses nekropsi terhadap paus yang mati.

“Penyebab pasti paus-paus ini terdampar masih belum diketahui. Kami meminta bantuan dokter hewan di Rote Ndao untuk melakukan nekropsi agar bisa diketahui penyebab kematiannya,” kata Imam.

Saat pertama kali ditemukan, nelayan dan warga setempat sempat berupaya menolong dengan menggiring paus-paus tersebut kembali ke laut. Namun upaya tersebut mengalami kesulitan karena kondisi hewan yang sudah lemah serta lokasi perairan yang cukup dangkal.

Fenomena paus terdampar secara massal sendiri tergolong jarang terjadi dan biasanya memerlukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui faktor penyebabnya, mulai dari gangguan navigasi hingga kondisi lingkungan laut.

Perkembangan lebih lanjut terkait jumlah pasti paus yang terdampar serta penyebab kejadian tersebut masih menunggu hasil identifikasi dari tim konservasi di lapangan.

Penulis : Ris

Komentar