Hari Pertama Operasi SAR di Wawo Berakhir Nihil, Korban Belum Ditemukan

Peristiwa124 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Hari pertama operasi pencarian terhadap seorang warga Desa Tinukari, Kecamatan Wawo, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, yang dilaporkan hilang di area perkebunan belum membuahkan hasil.

Tim SAR gabungan bersama aparat TNI-Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat menghentikan sementara pencarian, Jumat (8/5/2026) sore dan akan melanjutkan operasi esok hari.

Kepala KPP Kendari, Amiruddin A.S, mengatakan Tim Rescue Pos SAR Kolaka tiba di lokasi pencarian sekitar pukul 08.50 Wita dan langsung melakukan penyisiran di area kebun hingga petang.

“Pencarian dilakukan hingga pukul 17.15 Wita dengan hasil nihil. Operasi SAR dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali besok pagi pukul 07.00 Wita,” ujar Amiruddin, Jumat (8/5/2026).

Korban diketahui bernama Jais (28), warga Desa Tinukari, Kecamatan Wawo.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 07.30 Wita pergi ke kebunnya di Kilometer 9 jalur HBI untuk membuat gula merah.

Namun hingga malam hari korban tak kunjung pulang ke rumah. Padahal, korban biasanya sudah kembali sekitar pukul 16.00 Wita.

Keluarga bersama warga kemudian melakukan pencarian ke lokasi kebun dan hanya menemukan sepeda motor serta bekal makanan milik korban.

Kejadian tersebut lalu dilaporkan ke Polsek dan Damkar Kolaka Utara sebelum diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari.

Informasi hilangnya korban pertama kali diterima Comm Centre KPP Kendari pada Jumat dini hari sekitar pukul 04.40 Wita melalui laporan Sekretaris Desa Tinukari, Ikbar.

“Setelah menerima laporan, pada pukul 04.55 Wita Tim Rescue Pos SAR Kolaka langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk memberikan bantuan SAR,” kata Amiruddin.

Dalam operasi pencarian ini, sejumlah unsur terlibat di antaranya SMC dan staf SMC KPP Kendari, Pos SAR Kolaka, Damkar Kolaka Utara, BPBD Kolaka Utara, Babinsa Rante Angin, Bhabinkamtibmas Rante Angin, relawan Palem Sultra, Karpalak, masyarakat setempat, serta keluarga korban.

Cuaca hujan yang mengguyur wilayah pencarian juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan dalam melakukan penyisiran di area perkebunan dan hutan sekitar lokasi hilangnya korban.

Penulis : Ris

Komentar