KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – H. Muhammad Idrus, S.Sos., M.Si dipercaya memimpin Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Kolaka Utara. Di tengah potensi pertanian dan perkebunan yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah, organisasi ini diharapkan tidak berhenti sebagai wadah kelembagaan, tetapi ikut memperkuat kepentingan petani.
Idrus dikukuhkan sebagai Ketua DPC HKTI Kolaka Utara dalam rangkaian Musyawarah Daerah dan pelantikan pengurus DPC HKTI se-Sulawesi Tenggara di Aula Serbaguna Kompleks Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Kamis, 10 September 2026.
Kepengurusan HKTI Kolaka Utara menempatkan Bupati Kolaka Utara Nur Rahman Umar sebagai Ketua Dewan Penasihat. Posisi Ketua I dijabat Wakil Bupati Kolaka Utara Jumarding, Ketua II H. Kamaruddin, dan Ketua III Fitra Yudi.
Idrus akan menjalankan roda organisasi bersama Ir. Muh. Idris Rahim sebagai Wakil Ketua I dan Kamal Mustafah sebagai Wakil Ketua II.
Sementara posisi sekretaris dipercayakan kepada Samsu Ridjal, dengan Ramang sebagai Wakil Sekretaris I dan Nusbah Nuhung sebagai Wakil Sekretaris II. Jabatan bendahara diisi Amran Wahab, didampingi Surianiningsih sebagai Wakil Bendahara I dan Irmayani sebagai Wakil Bendahara II.
Lebih dari sekadar struktur kepengurusan, keberadaan HKTI di Kolaka Utara berada pada ruang yang bersentuhan langsung dengan persoalan petani produktivitas, akses pasar, nilai jual komoditas, hingga pengembangan usaha berbasis hasil pertanian.
Kolaka Utara memiliki basis ekonomi yang kuat pada sektor pertanian dan perkebunan. Komoditas seperti kakao, kelapa, cengkeh, lada, hingga berbagai tanaman pangan menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah.
Tantangannya bukan hanya menghasilkan komoditas, tetapi bagaimana hasil produksi petani memiliki nilai tambah dan mampu memberi dampak lebih besar terhadap pendapatan masyarakat.
Karena itu, HKTI diharapkan dapat mengambil peran sebagai jembatan komunikasi antara petani, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta pihak lain yang berkepentingan dengan pengembangan sektor pertanian.
Pengembangan kawasan agropolitan dan agroindustri yang menjadi bagian dari arah pembangunan daerah juga membuka ruang bagi organisasi petani untuk mendorong pengolahan hasil pertanian dari tingkat produksi hingga pemasaran.
Dengan kepengurusan baru tersebut, HKTI Kolaka Utara menghadapi pekerjaan yang lebih substantif memastikan aspirasi petani tersampaikan dan mendorong agar potensi pertanian daerah tidak berhenti sebagai komoditas mentah, tetapi berkembang menjadi sumber nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Penulis: Ris








