Air PDAM Mandek Empat Hari, Ribuan Warga Ngapa-Watunohu Terdampak

Regional455 Dilihat

“Kecamatan Ngapa dan Watunohu tidak mendapatkan suplai air bersih akibat terganggunya distribusi PDAM”

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Warga di Kecamatan Ngapa dan Watunohu, Kabupaten Kolaka Utara, terpaksa harus bersabar setelah distribusi air bersih Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) tidak mengalir ke rumah pelanggan selama kurang lebih empat hari terakhir.

Gangguan distribusi tersebut disebabkan oleh penumpukan pasir di reservoir atau tangki penampungan air, serta di sejumlah titik jaringan perpipaan yang menghambat aliran air ke pelanggan.

Kepala Unit PDAM Kecamatan Ngapa dan Watunohu, Muliadi, mengatakan pihaknya telah melakukan upaya perbaikan dengan membersihkan reservoir sejak sebelum memasuki bulan Ramadan. Proses pembersihan dilakukan selama dua hari karena endapan pasir yang ditemukan cukup tebal.

Tumpukan material pasir dalam reservoir PDAM. Foto: PDAM Kecamatan Ngapa

“Kondisi air di reservoir memang sudah sejak lama perlu dibersihkan. Apalagi menjelang bulan puasa, ditemukan tumpukan pasir di dalam penampungan yang harus segera dikeluarkan agar aliran kembali normal,” ujar Muliadi, Rabu (7/1/2026).

Selain pembersihan reservoir, PDAM juga melakukan penanganan pada beberapa titik pipa yang terdampak endapan pasir. Ia memastikan saat ini proses perbaikan masih berlangsung dan ditargetkan segera rampung.

“Insya Allah, paling lambat malam ini air sudah kembali mengalir ke pelanggan,” katanya.

Kendati demikian, Muliadi mengakui gangguan distribusi air di wilayah tersebut, khususnya Kecamatan Ngapa, tidak semata-mata disebabkan oleh endapan pasir. Lonjakan jumlah pelanggan PDAM menjadi tantangan serius bagi kapasitas jaringan yang tersedia saat ini.

Proses pembersihan material pasir di reservoir PDAM yang menyebabkan terganggunya aliran air ke pelanggan. Foto: PDAM Unit Ngapa-Watunohu

“Memang kondisi sumber dan jaringan air sekarang sudah tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan. Di Kecamatan Ngapa saja jumlah pelanggan PDAM sudah lebih dari 3.000 sambungan,” ungkapnya.

Dengan jumlah pelanggan yang terus bertambah, ia menilai Kecamatan Ngapa sudah selayaknya memiliki pipa induk sebagai tulang punggung distribusi air bersih agar aliran lebih stabil dan merata.

“Sudah terlalu banyak pelanggan. Seharusnya Kecamatan Ngapa ini sudah memiliki pipa induk agar distribusi air lebih maksimal,” tegasnya.

Tumpukan material pasir yang dikeluarkan dari reservoir PDAM

Muliadi berharap adanya perhatian dan dukungan serius dari pemerintah daerah untuk pengembangan infrastruktur air bersih, khususnya pembangunan pipa induk, guna menjamin pelayanan air yang berkelanjutan bagi masyarakat, terlebih menjelang bulan suci Ramadan.

Penulis : Astar

Editor   : Andi M

 

Komentar