KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Armada Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) tergelincir saat melintasi jalan menurun yang curam di Laleko, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, Sabtu, 10 Oktober 2026.
Insiden di kawasan perbatasan Kecamatan Batu Putih dan Kecamatan Tolala itu menyebabkan tujuh personel mengalami luka-luka saat menjalankan tugas pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Ketujuh personel tersebut merupakan petugas gabungan dari Pos Damkarmat Batu Putih dan Pos Porehu yang dikerahkan ke lokasi kebakaran.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Republix.id, salah satu personel bernama Indrawan mengalami luka serius pada bagian lutut dan tangan.
Sementara itu, Wahyu Saputra, Ripal Kurniansyah, dan Hasman dilaporkan mengalami luka ringan pada sejumlah bagian tubuh, di antaranya bokong, siku, paha, dan telapak tangan.
Kepala Seksi Penyelamatan dan Evakuasi Damkarmat Kolaka Utara, M. Syafri, S.Sos., mengatakan tujuh personel yang terluka terdiri atas empat petugas dari Pos Porehu dan tiga petugas dari Pos Batu Putih.
“Dalam kejadian tersebut, tujuh personel kami mengalami luka-luka, terdiri atas empat personel dari Pos Porehu dan tiga personel dari Pos Batu Putih. Salah satu personel sempat mendapatkan perawatan medis di puskesmas sebelum diperbolehkan pulang pada hari yang sama,” kata Syafri, Senin, 12 Oktober 2026.
Menurut Syafri, kecelakaan terjadi ketika personel sedang melaksanakan upaya pemadaman di lokasi dengan medan yang sulit. Armada tergelincir saat melintasi jalan menurun yang curam sehingga sejumlah petugas yang berada di atas kendaraan terjatuh dan mengalami luka-luka.
Satu personel sempat dibawa ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah menjalani perawatan, petugas tersebut diperbolehkan pulang pada hari yang sama dan melanjutkan pemulihan di rumah.
Insiden tersebut turut memengaruhi proses penanganan kebakaran. Upaya pengendalian karhutla pada Sabtu belum sepenuhnya tuntas sehingga pemadaman harus dilanjutkan pada hari berikutnya.
“Insiden tersebut terjadi pada saat pelaksanaan pemadaman. Akibat kejadian itu, pengendalian karhutla tidak sepenuhnya tuntas,” ujar Syafri.
Pada Minggu, 11 Oktober 2026, tim dari Markas Komando (Mako) Damkarmat kembali turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan dan investigasi. Tim dipimpin Sekretaris Damkarmat Kolaka Utara, Muhammad Norman, S.H., bersama Kasi Penyelamat dan Evakuasi serta analis kebakaran.
Saat tiba di lokasi, petugas mendapati titik api masih menyala. Personel Mako dan Pos Porehu kemudian bersama-sama melakukan pemadaman dengan bantuan pemerintah setempat.
“Saat di lokasi, titik api belum sepenuhnya padam sehingga personel Mako dan Pos Porehu, dibantu pemerintah setempat, bersama-sama melakukan pemadaman hingga pukul 18.30 Wita atau menjelang malam,” jelas Syafri.
Kecelakaan tersebut menunjukkan risiko yang dihadapi petugas pemadam kebakaran ketika menjalankan tugas di medan sulit. Selain menghadapi ancaman api, petugas juga harus memperhitungkan kondisi akses jalan dan keselamatan selama mobilisasi menuju lokasi kebakaran.
Penulis: Ris








