Asap Menyelimuti Sulawesi Tenggara, BMKG Ingatkan Warga di 17 Kabupaten/Kota Waspadai Kualitas Udara

Regional770 Dilihat

KENDARI, REPUBLIX.ID – Asap mulai menyelimuti sejumlah wilayah Sulawesi Tenggara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi penurunan kualitas udara yang dapat terjadi di 17 kabupaten/kota dalam beberapa hari ke depan.

Peringatan itu disampaikan BMKG melalui Siaran Pers Nomor e.B/ME.02.04/216/KKNI/IX/2026 tertanggal 3 Oktober 2026. Dalam laporan tersebut, BMKG menyebut asap tipis hingga cukup tebal terpantau di langit Sulawesi Tenggara.

Pada Sabtu, 3 Oktober 2026, asap teramati di Kota Kendari dan sekitarnya. Jarak pandang pada pagi hari tercatat kurang dari 5 kilometer.

Kualitas udara di Kendari berdasarkan konsentrasi PM2.5 berada pada kategori sedang, dengan konsentrasi 15,5–55,4 mikrogram per meter kubik. Kondisi itu diperkirakan membaik pada sore hingga malam hari, tetapi pola serupa masih berpotensi kembali terjadi dalam beberapa hari mendatang.

Di saat yang sama, BMKG mendeteksi 105 titik panas atau hotspot di Sulawesi Tenggara. Jumlah terbanyak tercatat di wilayah Bombana.

Namun, tidak seluruh asap yang menyelimuti Sulawesi Tenggara berasal dari kebakaran di wilayah setempat.

Berdasarkan arah angin dari timur hingga timur laut serta pemantauan satelit Himawari-9, BMKG mendeteksi adanya pergerakan asap yang masuk ke Sulawesi Tenggara dari luar daerah, terutama dari Papua Selatan dan Maluku.

Dalam prakiraan tiga hari ke depan, paparan asap kategori sedang berpotensi terjadi di seluruh 17 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara.

Wilayah tersebut meliputi Kota Kendari, Konawe Kepulauan, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Bombana, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Muna, Muna Barat, Baubau, Buton, Buton Utara, Buton Selatan, Buton Tengah, Wakatobi, dan Kolaka.

BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan.

Warga dianjurkan menggunakan masker, memperbanyak konsumsi air putih, serta menutup jendela rumah apabila konsentrasi asap mulai terasa pekat.

Kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan, diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan.

Risiko paparan asap juga perlu diperhatikan pengguna jalan, transportasi laut, dan penerbangan. Konsentrasi asap dapat menurunkan jarak pandang dan berpotensi mengganggu aktivitas transportasi.

BMKG mengimbau masyarakat mengikuti perkembangan cuaca dan sebaran asap melalui kanal resmi, termasuk aplikasi Info BMKG serta kanal resmi BMKG Sulawesi Tenggara dan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari.

Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai informasi mengenai cuaca maupun kualitas udara yang beredar tanpa sumber resmi.

Pemantauan secara berkala diperlukan untuk mengantisipasi dampak paparan asap sekaligus mendukung upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan di Sulawesi Tenggara.

Penulis: Ris