KOLAKA, REPUBLIX.ID – Aktivitas kegempaan di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, kembali terjadi dalam sepekan terakhir.
Berdasarkan catatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sedikitnya 10 gempa bumi mengguncang wilayah Kolaka dan sekitarnya sepanjang 28 September hingga 3 Oktober 2026.
Gempa dengan kekuatan terbesar tercatat pada Selasa, 29 September 2026 pukul 21.39.13 WIB. Gempa berkekuatan M3,1 itu berpusat sekitar 5 kilometer barat Kolaka dengan kedalaman hanya 3 kilometer.
BMKG menyebut gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas Sesar Kolaka North. Guncangannya dirasakan masyarakat di Kolaka dengan intensitas III MMI.
Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk yang melintas. Meski demikian, BMKG menyatakan belum menerima laporan kerusakan akibat gempa tersebut.
Aktivitas kegempaan kembali tercatat pada 2 Oktober 2026. Gempa berkekuatan M2,1 terjadi pada pukul 18.34.10 WIB dengan episenter sekitar 2 kilometer barat Kolaka dan kedalaman 5 kilometer.
Gempa itu juga dirasakan di Kolaka dengan intensitas II-III MMI. BMKG kembali menyatakan belum terdapat laporan kerusakan maupun gempa susulan hingga waktu pemantauan berakhir.
Catatan BMKG menunjukkan rangkaian gempa di wilayah Kolaka sebenarnya telah berlangsung sejak 28 September 2026. Pada hari itu tercatat tiga gempa dengan magnitudo 2,2, 1,8 dan 2,3.
Sehari kemudian, 29 September, dua gempa kembali terjadi, masing-masing berkekuatan M2,6 dan M3,1.
Aktivitas tersebut berlanjut pada 30 September melalui gempa M2,5. Pada 1 Oktober, BMKG mencatat gempa M1,7 yang berlokasi sekitar 5 kilometer barat Kolaka.
Memasuki 3 Oktober, tiga gempa kembali tercatat. Masing-masing berkekuatan M2,3, M1,8 dan M1,9, dengan episenter berada di wilayah utara Kolaka pada kedalaman 5 hingga 8 kilometer.
Dari rangkaian tersebut, gempa-gempa yang terjadi memiliki magnitudo relatif kecil. Namun, keberulangan aktivitas kegempaan menunjukkan bahwa wilayah Kolaka tetap menjadi kawasan yang perlu mewaspadai aktivitas tektonik.
BMKG sebelumnya menjelaskan gempa yang dirasakan di Kolaka pada 29 September berkaitan dengan aktivitas Sesar Kolaka North, salah satu struktur sesar yang berada di wilayah tersebut.
Hingga informasi terakhir yang disampaikan BMKG, belum terdapat laporan kerusakan akibat rangkaian gempa tersebut.
BMKG mengimbau masyarakat tidak panik dan tetap mengandalkan informasi resmi dari BMKG untuk mengetahui perkembangan aktivitas gempa maupun potensi guncangan berikutnya.
Penulis: Ris








