BULOG Bangun 100 Infrastruktur Pascapanen Rp5 Triliun, Perkuat Rantai Pasok Pangan Nasional

Nasional68 Dilihat

“Program strategis bernilai Rp5 triliun ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus membenahi sistem logistik pangan dari hulu ke hilir”

JAKARTA, REPUBLIX.ID – Perum BULOG memastikan kesiapan menjalankan amanat Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2026 dengan menyiapkan pembangunan 100 titik infrastruktur pascapanen di berbagai wilayah Indonesia.

Program strategis bernilai Rp5 triliun ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus membenahi sistem logistik pangan dari hulu ke hilir.

Direktur Utama BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menegaskan bahwa penugasan tersebut akan dijalankan secara terukur dan tepat sasaran.

“Ini langkah strategis untuk memperkuat sistem pangan. Kami pastikan seluruh tahapan dilakukan secara matang agar pembangunan tepat lokasi, fungsi, dan manfaat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (1/4/2026).

Program ini dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, dengan melibatkan Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, serta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

Dalam implementasinya, BULOG menyiapkan tiga strategi utama. Pertama, penyusunan studi kelayakan (feasibility study) dengan melibatkan akademisi dan tenaga ahli untuk memastikan aspek teknis hingga finansial berjalan optimal.

Kedua, penyusunan pertimbangan teknis bersama Kementerian Pertanian, khususnya Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, agar pembangunan sesuai karakteristik wilayah.

Ketiga, evaluasi kelayakan finansial serta rekomendasi penggunaan dana investasi pemerintah non permanen sebelum diajukan kepada Menteri Koordinator Pangan.

Program ini akan menjangkau 92 kabupaten di seluruh Indonesia. Dari total anggaran Rp5 triliun, sekitar Rp4,4 triliun dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur utama, sementara Rp560 miliar digunakan untuk mekanisasi, otomatisasi, dan sistem teknologi informasi.

Adapun fasilitas yang akan dibangun meliputi 94 unit gudang penyimpanan, 6 silo gabah, 8 silo jagung, 17 dryer beras, 17 Rice Milling Unit (RMU), 8 dryer jagung, serta 9 sentra pengolahan dan pengemasan beras.

Pembangunan akan diprioritaskan di sentra produksi pangan seperti Lampung, wilayah Pulau Jawa, dan Sulawesi Selatan dengan fasilitas berbasis teknologi modern.

Sementara itu, daerah kepulauan seperti Natuna, Rote, dan Tidore akan difokuskan pada pembangunan gudang penyimpanan guna menjaga stabilitas pasokan, terutama saat cuaca ekstrem.

Setiap lokasi pembangunan juga akan melalui uji kelayakan teknis, mulai dari uji tanah, analisis kemiringan lahan, hingga akses jalan guna mendukung distribusi logistik.

Melalui program ini, BULOG menegaskan komitmennya dalam memperkuat rantai pasok pangan nasional serta memastikan ketersediaan pangan yang merata dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Penulis : AM

Komentar