“Aksi demonstrasi ratusan pemuda yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Luwu Raya (IPLR) di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan berubah ricuh”
MAKASSAR, REPUBLIX.ID – Aksi demonstrasi ratusan pemuda yang tergabung dalam Ikatan Pemuda Luwu Raya (IPLR) di depan Kantor Gubernur Sulawesi Selatan berubah ricuh. Massa aksi yang menuntut percepatan pembentukan Provinsi Luwu Raya bahkan berhasil merobohkan gerbang besi sisi timur kantor gubernur di Jalan Jenderal Urip Sumoharjo, Senin (12/1/2026).
Berdasarkan pantauan dari sejumlah video yang beredar luas di media sosial, ratusan demonstran tampak berupaya mendobrak gerbang kantor gubernur dengan aksi dorong-mendorong melawan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berjaga. Tekanan massa yang semakin besar membuat gerbang besi tersebut akhirnya jebol.

Dalam rekaman video berdurasi sekitar 1 menit 20 detik, suasana aksi terlihat semakin memanas. Massa IPLR berusaha menerobos masuk dengan tujuan menemui langsung Gubernur Sulawesi Selatan untuk menyampaikan aspirasi terkait tuntutan pemekaran wilayah Luwu Raya.
Situasi semakin tak terkendali setelah gerbang roboh. Dalam video lain berdurasi sekitar 15 detik, terlihat bentrokan terbuka antara demonstran dan aparat pengamanan. Kedua pihak saling lempar batu di depan kantor gubernur, menciptakan suasana tegang dan mencekam di sekitar lokasi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi resmi mengenai jumlah korban luka maupun kerusakan lain akibat kericuhan tersebut. Pihak IPLR maupun aparat keamanan juga belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap kejadian dan langkah lanjutan pasca bentrokan.

Aksi demonstrasi ini merupakan bagian dari gelombang tuntutan pemekaran wilayah Luwu Raya yang kembali menguat dan digelar serentak oleh sejumlah elemen pemuda. Namun, eskalasi aksi yang berujung ricuh membuat penyampaian aspirasi tersebut berjalan di luar kendali.
Penulis : Astar
Editor : Andi M







Komentar