Kementan Genjot Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Fokus Progres Nyata di Lapangan

Nasional27 Dilihat

“Percepatan program tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata. Mulai dari kandang, rumah potong unggas, hingga pabrik pakan harus menunjukkan progres nyata di lapangan”

JAKARTA, REPUBLIX.ID – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) mempercepat implementasi program hilirisasi ayam terintegrasi sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan berbasis protein hewani serta meningkatkan kesejahteraan peternak rakyat.

Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden dalam Rapat Terbatas pada 25 Maret 2026 yang menekankan percepatan hilirisasi lintas sektor. Merespons hal tersebut, Kementan langsung menggelar rapat evaluasi dan percepatan di Kantor Pusat Kementan pada 26 Maret 2026.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, menegaskan percepatan program tidak boleh berhenti pada aspek administratif semata.

“Mulai dari kandang, rumah potong unggas, hingga pabrik pakan harus menunjukkan progres nyata di lapangan,” tegasnya.

Ia menyebut, program ini juga merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, dalam mendorong percepatan hilirisasi sektor peternakan.

Saat ini, program hilirisasi ayam terintegrasi difokuskan pada lima wilayah prioritas dengan pendekatan pembangunan ekosistem menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir penyediaan bibit, budidaya, pakan, pemotongan, hingga distribusi.

Skema ini diyakini menjadi solusi konkret atas persoalan klasik sektor perunggasan, seperti fluktuasi harga dan terbatasnya akses pasar. Dengan sistem terintegrasi, hasil produksi peternak diharapkan terserap lebih optimal dan stabil.

Agung juga menekankan pentingnya percepatan melalui pendekatan paralel. “Yang bisa diselesaikan langsung, segera eksekusi. Jika ada kendala teknis, baru dilaporkan untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dukungan dari BUMN turut memperkuat implementasi program ini. Direktur Keuangan & SDM PT Berdikari, Kaspiyah, menyatakan pihaknya terus menyiapkan aspek perizinan, kemitraan, hingga kesiapan teknis agar proyek bisa langsung berjalan saat mendapat persetujuan.

Senada, Direktur Produksi dan Pengembangan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III, Rizal H. Damanik, menegaskan kesiapan perusahaan dalam penyediaan lahan untuk pembangunan infrastruktur pendukung, mulai dari kandang hingga industri pengolahan.

Di sisi lain, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menekankan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada eksekusi nyata di lapangan.

“Tidak cukup perencanaan. Harus ada pembangunan fisik dan operasional yang berjalan agar manfaatnya segera dirasakan,” katanya.

Program ini dinilai membawa manfaat langsung bagi peternak, mulai dari kepastian serapan hasil produksi, efisiensi biaya, hingga akses terhadap teknologi dan manajemen usaha yang lebih modern. Sementara bagi pelaku usaha, hilirisasi menciptakan ekosistem bisnis yang lebih terstruktur dan berdaya saing.

Kementan menegaskan, percepatan hilirisasi ayam terintegrasi merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi peternak sekaligus memperkuat industri perunggasan nasional.

Dengan fokus pada progres nyata, pemerintah optimistis program ini mampu meningkatkan produksi, menjaga stabilitas harga, serta mendorong kesejahteraan peternak menuju visi Indonesia Emas 2045.

Penulis : AM

Komentar