“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif”
KOLAKA TIMUR, REPUBLIX.ID – Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, diguncang lima kali gempa bumi dalam kurun kurang dari enam jam, Rabu malam hingga Kamis (11–12/2/2026) dini hari. Gempa terkuat tercatat berkekuatan magnitudo (M) 3,0 dan dirasakan warga.
Data BMKG Sulawesi Tenggara mencatat, gempa pertama terjadi pada Rabu (11/2/2026) pukul 22.56 WITA dengan magnitudo 1,3 dan kedalaman 5 kilometer. Pusat gempa berada sekitar 21 kilometer tenggara Kolaka Timur.
Aktivitas seismik kembali terjadi pada Kamis (12/2/2026) pukul 03.09 WITA. Gempa kedua berkekuatan M 2,0 dengan kedalaman 2 kilometer, berlokasi pada koordinat 4,09 Lintang Selatan dan 121,88 Bujur Timur atau sekitar 12 kilometer barat daya Kolaka Timur.
Selang setengah jam kemudian, gempa ketiga terjadi pada pukul 03.41 WITA dengan magnitudo 1,8 dan kedalaman 5 kilometer. Lokasinya masih berada di sekitar 12 kilometer barat daya Kolaka Timur.
Guncangan kembali tercatat pada pukul 04.09 WITA. Gempa keempat bermagnitudo 2,3 dengan kedalaman 3 kilometer di titik yang relatif sama.
Puncaknya, gempa kelima terjadi pada pukul 04.41 WITA dengan magnitudo 3,0 dan kedalaman 2 kilometer. Episenter tercatat sekitar 11 kilometer barat daya Kolaka Timur.
Pelaksana tugas (Plt) BBMKG Wilayah IV Makassar, Nasrol Adil, S.Si., MT, menjelaskan bahwa hasil analisis parameter terbaru menunjukkan episenter gempa berada pada koordinat 4,08 Lintang Selatan dan 122,87 Bujur Timur.
“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujarnya.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (Shakemap) BMKG dan laporan masyarakat, gempa dengan magnitudo 3,0 menimbulkan intensitas III MMI di Kolaka Timur. Pada skala tersebut, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seperti ada truk besar yang melintas.
Meski terjadi beruntun, hingga berita ini diturunkan belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban jiwa. BMKG memastikan masih terus memantau perkembangan aktivitas gempa di wilayah tersebut.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Informasi resmi terkait gempa bumi hanya bersumber dari kanal komunikasi resmi BMKG.
Penulis : Ris








Komentar