“Dalam forum evaluatif tersebut, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara menyajikan pendekatan berbasis data (evidence-based policy) yang mengintegrasikan analisis kondisi ketenagakerjaan, struktur ekonomi, serta intervensi kebijakan yang terukur”
KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H memaparkan capaian serta strategi penurunan tingkat pengangguran terbuka dalam forum Apresiasi Kinerja Pemerintah Daerah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri.
Dalam forum evaluatif tersebut, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara menyajikan pendekatan berbasis data (evidence-based policy) yang mengintegrasikan analisis kondisi ketenagakerjaan, struktur ekonomi, serta intervensi kebijakan yang terukur. Paparan tersebut mencakup profil demografis, dinamika angkatan kerja, hingga strategi pembangunan jangka menengah daerah.
Struktur Ketenagakerjaan dan Tantangan Struktural
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan struktur tenaga kerja Kolaka Utara masih didominasi sektor pertanian, dengan kontribusi berkisar 47-50 persen dalam tiga tahun terakhir. Sementara sektor jasa dan manufaktur masing-masing berkontribusi sekitar 40 persen dan 10 persen.
Komposisi tingkat pendidikan tenaga kerja juga menunjukkan tantangan struktural, di mana proporsi lulusan pendidikan dasar masih relatif tinggi. Kondisi ini berdampak pada rendahnya produktivitas dan keterbatasan daya saing tenaga kerja di pasar kerja modern.
Meski demikian, indikator ketenagakerjaan menunjukkan tren positif. Jumlah penduduk bekerja meningkat signifikan, sementara angka pengangguran berhasil ditekan dari 1.778 orang pada 2023 menjadi 1.424 orang pada 2025.
Namun, pemerintah daerah mengakui tingkat pengangguran masih bersifat fluktuatif akibat keterbatasan infrastruktur, ketergantungan pada sektor primer, serta mismatch keterampilan tenaga kerja.
Strategi Intervensi: SDM, Hilirisasi, dan UMKM
Dalam menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara mengusung strategi multidimensional yang berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), penguatan struktur ekonomi, serta penciptaan lapangan kerja berbasis potensi lokal.
Program prioritas mencakup sertifikasi kompetensi melalui Balai Latihan Kerja (BLK), pelatihan vokasi berbasis kebutuhan industri, serta pengembangan UMKM sebagai instrumen penciptaan lapangan kerja baru.
Selain itu, hilirisasi komoditas unggulan seperti kakao menjadi strategi utama dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus menyerap tenaga kerja.
Revitalisasi kakao seluas 18.000 hektare menjadi salah satu program unggulan yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga menciptakan efek pengganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah.
Inovasi dan Kolaborasi Lintas Sektor
Pemerintah daerah juga mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan melibatkan sektor swasta, khususnya perusahaan tambang, dalam penyerapan tenaga kerja lokal. Program pelatihan operator alat berat berbasis simulator menjadi contoh konkret sinergi antara pemerintah dan industri.
Selain itu, berbagai pelatihan berbasis kompetensi seperti welding, garmen, teknologi informasi, dan kelistrikan dirancang untuk meningkatkan employability tenaga kerja. Dukungan sarana usaha produktif juga diberikan guna mendorong kewirausahaan berbasis komunitas.
Komitmen Anggaran dan Proyeksi Ke Depan
Sebagai bentuk komitmen fiskal, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara mengalokasikan sekitar 21 persen APBD 2025 untuk program penanganan pengangguran. Kebijakan ini menunjukkan adanya prioritas anggaran yang kuat dalam sektor ketenagakerjaan dan pengembangan ekonomi produktif.
Untuk periode 2027–2028, pemerintah menargetkan peningkatan produktivitas tenaga kerja, perluasan penempatan kerja, serta penguatan hubungan industrial yang lebih inklusif. Seluruh program dirancang dalam kerangka pembangunan berkelanjutan yang terintegrasi dengan visi daerah.
“Fokus utama kami adalah memastikan masyarakat memiliki akses terhadap pekerjaan yang layak dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Nur Rahman, Rabu (1/4/2026).
Melalui pendekatan berbasis data, inovasi program, serta kolaborasi lintas sektor, Kolaka Utara menunjukkan model intervensi kebijakan ketenagakerjaan yang adaptif dan progresif dalam menghadapi tantangan pembangunan daerah.
Penulis : Ris








Komentar