Puluhan ASN Kolaka Utara Jalani Tes Urine Mendadak, Seluruh Sampel Negatif

Peristiwa506 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara bersama Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Kolaka Utara terus memperketat pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Dalam sepekan terakhir, dua gelombang tes urine mendadak digelar di Sekretariat Daerah (Setda) dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kolaka Utara. Hasilnya, seluruh sampel dinyatakan negatif.

Tes pertama digelar di Aula Kantor Bupati, Jumat (5/12/2025), diikuti 32 ASN Setda. Seluruh pegawai dinyatakan bebas dari narkoba.

Pemeriksaan kedua dilakukan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Jumat (12/12/2025). Sebanyak 19 ASN yang hadir di kantor diwajibkan menjalani tes urine. Sama seperti di Setda, seluruh hasil dinyatakan negatif.

Kasat Narkoba Polres Kolaka Utara, IPTU Badmar Ricky P., S.H. mengungkapkan, bahwa jumlah pegawai Dikbud berdasarkan absensi mencapai 44 orang, namun hanya 19 yang berada di kantor saat pemeriksaan.

“Yang tidak hadir bukan berarti menghindar. Berdasarkan keterangan, mereka memiliki agenda atau kegiatan di luar kantor,” jelasnya.

IPTU Badmar menegaskan, Polres Kolaka Utara akan terus melakukan pemeriksaan urine secara acak di seluruh organisasi prangkat daerah (OPD) tanpa pemberitahuan waktu dan tempat untuk memastikan tidak ada pegawai yang mencoba mengelak.

“Kegiatan ini akan menyasar seluruh OPD. Jadwalnya dirahasiakan sesuai arahan Sekda,” katanya.

Hingga kini, dari 51 sampel urine yang telah dikumpulkan, belum ditemukan satu pun ASN yang positif menggunakan narkoba.

Proses pengambilan sampel urine 32 ASN Sekertariat Daerah di Kantor Bupati Kolaka Utara, disaksikan langsung Kasat Narkoba Polres Kolaka Utara, IPTU Badmar Ricky P., S.H. Foto : Mr

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Setda) Kolaka Utara, H. Muhammad Idrus, S.Sos., M.Si., menegaskan pemeriksaan mendadak merupakan strategi penting untuk memastikan integritas birokrasi tetap terjaga.

“Tes urine ini dilakukan tanpa pemberitahuan agar hasilnya objektif. Pemeriksaan akan terus berlanjut dan menyasar seluruh OPD,” ujarnya.

Idrus menekankan, ASN adalah wajah pemerintah daerah, sehingga kebersihan mereka dari narkoba merupakan indikator baik buruknya tata kelola pemerintahan.

Dengan rangkaian tes urine mendadak ini, Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara berharap tercipta birokrasi yang bersih, profesional, dan berintegritas tinggi. Program ini akan terus berlanjut hingga seluruh perangkat daerah tersasar pemeriksaan.

Penulis  : Astar

Editor    : Andi M

Komentar