Sekda Buka Rakerda MUI Kolaka Utara, Perkuat Kolaborasi Hadapi Dinamika Sosial

Ragam46 Dilihat

“Peran ulama sangat strategis dalam membangun karakter masyarakat yang religius dan berakhlak”

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Di tengah tantangan sosial yang kian kompleks, Pemerintah Kabupaten Kabupaten Kolaka Utara menegaskan pentingnya peran ulama sebagai mitra strategis pembangunan.

Komitmen itu disampaikan dalam pembukaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kolaka Utara Tahun 2026, Sabtu (14/2/2026).

Rakerda yang berlangsung di Aula Kantor Kementerian Agama Kolaka Utara tersebut dibuka langsung Sekretaris Daerah Kolaka Utara, H. Muhammad Idrus, S.Sos., M.Si.

Di hadapan para pengurus dan tokoh agama, Idrus menekankan bahwa pembangunan daerah tidak semata berbicara soal infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga soal ketahanan moral dan harmoni sosial.

“Peran ulama sangat strategis dalam membangun karakter masyarakat yang religius dan berakhlak. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri menghadapi berbagai dinamika yang ada,” ujarnya.

Sekda menilai, perubahan sosial yang cepat baik akibat perkembangan teknologi, arus informasi, maupun tantangan ekonomi membutuhkan respons yang bijak dan solutif. Karena itu, Rakerda MUI diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi, melainkan forum strategis untuk merumuskan program nyata yang menyentuh kebutuhan umat.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan MUI selama ini telah terjalin baik, terutama dalam memberikan pandangan dan pertimbangan keagamaan atas berbagai isu kemasyarakatan.

“Ke depan, sinergi tersebut diharapkan semakin kuat, termasuk dalam penguatan moderasi beragama, pembinaan generasi muda, serta menjaga stabilitas sosial di tingkat akar rumput,” harapanya.

Rakerda II MUI Kolaka Utara turut dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan Kementerian Agama, serta jajaran kepolisian. Dalam kesempatan itu, MUI juga menyerahkan plakat penghargaan kepada sejumlah pihak sebagai bentuk apresiasi atas dukungan terhadap program-program keumatan.

Penulis : Ris

Komentar