Tim DVI Identifikasi 20 Jenazah Korban Longsor Bandung Barat, 18 Masih Proses

Nasional74 Dilihat

“Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi 20 jenazah korban bencana tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat”

BANDUNG BARAT, REPUBLIX.ID – Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi 20 jenazah korban bencana tanah longsor yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Seluruh jenazah yang telah teridentifikasi kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Ph.D., mengatakan bahwa hingga Senin (26/1/2026), Tim SAR gabungan telah mengevakuasi dan mengirimkan 38 kantong jenazah ke pos antemortem untuk dilakukan proses identifikasi.

“Dari jumlah tersebut, 18 kantong jenazah masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip dari BNPB.go.id, Selasa (27/1/2026).

Seiring proses identifikasi, operasi pencarian dan pertolongan terus dilanjutkan. BNPB bersama Tim SAR gabungan menambah pengerahan alat berat guna memperluas area pencarian di Sektor A dan Sektor B.

“Sedikitnya sembilan unit excavator dikerahkan untuk mendukung proses pencarian,” kata Abdul Muhari.

Ia menambahkan, jumlah personel Tim SAR gabungan yang terlibat dalam operasi ini mencapai sekitar 800 orang, terdiri dari berbagai unsur, dan seluruhnya bekerja secara terpadu dalam upaya pencarian dan pertolongan korban.

Sementara itu, dampak longsor menyebabkan ratusan warga harus mengungsi. Data sementara mencatat 685 jiwa mengungsi di Kantor Desa Pasirlangu, dengan rincian 353 jiwa menempati GOR desa dan 332 jiwa berada di aula desa.

Untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, BNPB telah menyalurkan bantuan logistik, di antaranya 200 paket sembako, 100 pouch makanan siap saji, 50 kasur lipat, 100 selimut, 100 matras, serta 50 paket alat kebersihan.

Diketahui, bencana tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat terjadi pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Longsor dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut dan terjadi sekitar pukul 02.30 Wib di Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Pasirlangu, Kampung Babakan Cibudah.

Material longsoran menimbun permukiman warga, menyebabkan korban jiwa serta menimbulkan dampak signifikan bagi masyarakat sekitar.

Penulis: Ris

Komentar