Produktivitas Meroket, Demplot Jagung Lawolatu Tunjukkan Harapan Baru Petani Kolaka Utara

Berita Tani428 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Upaya memperluas budidaya jagung di Desa Lawolatu, Kecamatan Ngapa, mulai menunjukkan hasil positif.

Panen demplot yang digelar, Senin (1/12/2025) menjadi bukti bahwa dukungan teknologi, pendampingan intensif, serta kemitraan dengan perusahaan mampu mendorong peningkatan produktivitas petani.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanhorti) Kolaka Utara, Nusbah Nuhung menjelaskan, Pemkab Kolaka Utara sejak awal tahun memacu perluasan tanam jagung melalui penyediaan benih dan pendampingan lapangan.

Hingga saat ini, dari 1.000 hektare benih yang dibagikan, 450 hektare di antaranya telah tertanam.

“Tahap pertama kami menerima benih untuk 450 hektare, disusul 550 hektare pada tahap kedua, sehingga totalnya mencapai 1.000 hektare. Dari luasan itu, 450 hektare sudah berhasil kami tanam,” terangnya.

Nusbah menegaskan, dukungan pemerintah tidak berhenti pada distribusi sarana produksi. Tahun 2026, pemerintah daerah telah menyiapkan alokasi pupuk subsidi untuk jagung, sementara 45 penyuluh aktif mendampingi petani di berbagai desa.

Di sisi lain, persoalan pemasaran yang sering dikeluhkan petani mulai menemui jalan keluar. Harga dasar jagung berada di kisaran Rp 6.500 per kilogram bahkan ada perusahaan menyatakan siap membeli hingga Rp 7.000 per kilogram.

Eks Sekertaris Dinas Perdagangan Kolaka Utara ini menilai keberhasilan petani jagung di Desa Lawolatu tidak terlepas dari kolaborasi pemerintah desa, kecamatan, dan aparat kepolisian membantu percepatan pembukaan lahan serta penguatan kelompok tani.

“Kami sangat mengapresiasi dukungan dari pemerintah desa, kecamatan, dan TNI-Polri yang tidak hanya membantu membuka lahan, tetapi juga turut mendampingi petani di lapangan,” tutur Nusbah.

Sementara itu, Wakil Bupati Kolaka Utara, H. Jumarding, S.E., yang meninjau langsung kegiatan tersebut menyebutkan bahwa inovasi di sektor pertanian mulai memberikan dampak nyata bagi produktivitas petani.

Salah satu teknologi yang digunakan yakni stimulan hayati Athonik, yang terbukti memengaruhi ukuran dan kepadatan tongkol jagung. Berdasarkan hasil demplot, produktivitas diperkirakan meningkat hingga 7 ton per hektare, naik signifikan dari rata-rata sebelumnya sekitar 4,5 ton per hektare.

“Peningkatan ini menjadi bukti bahwa penerapan teknologi tepat guna mampu mendorong hasil panen sekaligus meningkatkan pendapatan petani,” jelasnya.

Wabup juga mengapresiasi kelompok tani harapan maju yang dinilai berhasil mengelola lahan secara optimal.

Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara, lanjutnya, akan terus berupaya melakukan intervensi nyata dan berbagai terobosan dalam rangka mendukung pengembangan sektor pertanian.

“Upaya tersebut antara lain memperkuat dukungan melalui bantuan sarana produksi, pelatihan teknis, serta fasilitasi pemasaran agar petani dapat menjual hasil panen tanpa banyak perantara dan memperoleh harga lebih baik,” ujarnya.

Jumarding optimis dengan kolaborasi yang kokoh dan berkesinambungan Kabupaten Kolaka Utara dapat mewujudkan daerah lumbung pangan yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

“Mari kita jaga momentum ini dan terus memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Polres, para petani, serta seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya.

Penulis : Astar

Editor : Andi M

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar