Penumpang KMP Masagena Meninggal di Tengah Pelayaran, Sempat Jalani Pengobatan di Kolaka

Peristiwa92 Dilihat

“Insiden tersebut diketahui saat kapal bersandar di Pelabuhan Bajoe, sekitar pukul 22.40 Wita. Personel Pos Pengamanan yang berjaga langsung bergerak cepat melakukan penanganan dan evakuasi”

BONE, REPUBLIX.ID – Seorang penumpang kapal ferry KMP Masagena dilaporkan meninggal dunia saat dalam perjalanan dari Kolaka menuju Bajoe, Selasa (24/3/2026) malam. Peristiwa ini terjadi di tengah pelaksanaan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat 2026”.

Insiden tersebut diketahui saat kapal bersandar di Pelabuhan Bajoe, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, sekitar pukul 22.40 Wita. Personel Pos Pengamanan (Pos Pam) yang berjaga langsung bergerak cepat melakukan penanganan dan evakuasi.

Korban diketahui bernama Abd. Rahman (42), warga Desa Kampuno, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone. Almarhum menumpang kapal bersama istrinya, Yuliana, serta lima anggota keluarga lainnya usai menjalani pengobatan di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, korban sebelumnya pergi ke Kolaka untuk menjalani perawatan medis. Setelah selesai berobat, pihak keluarga kemudian membawanya kembali ke Bone melalui jalur laut menggunakan KMP Masagena.

Namun, saat berada di atas kapal sekitar pukul 19.00 WITA, korban tiba-tiba mengeluhkan sakit di bagian perut. Kondisinya kemudian memburuk hingga akhirnya ditemukan sudah dalam keadaan tidak bernyawa oleh pihak keluarga.

Setibanya di pelabuhan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh personel Pos Pam Pelabuhan Bajoe yang dibantu petugas kesehatan serta warga sekitar.

Proses evakuasi dipimpin Kapolsek Kawasan Pelabuhan Bajoe AKP Andi Dahlan bersama Perwira Pengendali Iptu Sakwan, melibatkan personel gabungan dari Pos Pengamanan dan Pelayanan.

Kasihumas Polres Bone, Iptu Rayendra Muchtar, mengatakan pihaknya telah melakukan penanganan secara cepat dan humanis terhadap kejadian tersebut.

“Petugas yang berjaga dalam Operasi Ketupat 2026 langsung membantu proses evakuasi jenazah setibanya di pelabuhan. Kami juga berkoordinasi dengan tenaga kesehatan serta keluarga korban agar seluruh proses berjalan lancar,” ujarnya dilansir dari laman Facebook Multimedia Polres Bone, Jum’at (27/3/2026).

Ia menegaskan, kehadiran personel dalam Operasi Ketupat tidak hanya berfokus pada pengamanan arus mudik dan balik, tetapi juga memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat.

Pihak kepolisian turut mengimbau masyarakat, khususnya para penumpang kapal, agar memastikan kondisi kesehatan sebelum melakukan perjalanan jauh. Penumpang juga diminta segera melapor kepada petugas apabila mengalami gangguan kesehatan selama perjalanan.

Pasca kejadian tersebut, situasi di Pelabuhan Bajoe dilaporkan tetap aman, tertib, dan kondusif.

Penulis : Ris

Komentar