KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Ancaman pengetatan anggaran mulai terasa di daerah. Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara pun dihadapkan pada tantangan menjaga ritme pembangunan di tengah berkurangnya transfer dana dari pusat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kolaka Utara, Ismail Mustafa, S.T mengingatkan kondisi ini bukan situasi yang bisa dihadapi dengan pola lama. Ia menegaskan, perencanaan pembangunan 2027 harus lebih selektif, terukur, dan berbasis prioritas.
“Kita tidak bisa lagi menyusun program tanpa mempertimbangkan kemampuan fiskal. Harus ada strategi yang cermat agar program tetap berjalan dan pelayanan dasar tidak terganggu,” ujarnya dalam Musrenbang RKPD 2027, Rabu (29/4/2026).
Menurut Ismail, kebijakan pemerintah pusat yang memangkas dana transfer ke daerah (TKD) berpotensi menekan ruang gerak anggaran. Jika tidak diantisipasi, kondisi ini bisa berdampak pada target pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) 2025-2029.
Namun, Ismail memastikan Pemkab tidak akan mengambil jalan aman dengan memangkas program secara serampangan. Fokus akan diarahkan pada program prioritas, terutama yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.
Musrenbang, kata dia, menjadi titik krusial untuk “menyaring” usulan. Bukan sekadar forum formalitas, melainkan ruang negosiasi antara kebutuhan masyarakat dan realitas anggaran.
“Di sinilah kita menyepakati mana yang benar-benar prioritas, mana yang bisa ditunda. Semua harus realistis,” katanya.
Sekitar 300 peserta dari berbagai latar belakang terlibat dalam forum ini mulai dari unsur pemerintah, DPRD, instansi vertikal, hingga tokoh masyarakat, pelaku usaha, dan organisasi sipil.
Keterlibatan lintas sektor ini dinilai penting agar keputusan pembangunan tidak elitis dan tetap berpijak pada kebutuhan riil di lapangan.
Ismail juga menekankan, pendekatan partisipatif bukan sekadar jargon. Dalam situasi fiskal terbatas, menurutnya, keterlibatan publik justru menjadi kunci untuk memastikan anggaran yang ada digunakan secara efektif.
“Kalau semua pihak terlibat, kita bisa menghindari program yang tidak tepat sasaran,” ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, Eks Kadis Banyak Kolaka Utara ini berharap Musrenbang 2027 mampu menghasilkan daftar program yang tidak hanya ambisius di atas kertas, tetapi juga bisa dieksekusi dalam kondisi anggaran yang semakin ketat.
Penulis : Ris








Komentar