Disbunnak Kolut Perkuat Pengawasan Hewan Kurban Lewat Pelatihan Antemortem dan Post Mortem

Berita Tani88 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak) Kabupaten Kolaka Utara memperkuat pengawasan kesehatan hewan kurban melalui pelatihan khusus pemeriksaan antemortem dan post mortem.

Kegiatan yang digelar di Lasusua itu diikuti petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban, petugas lapangan tingkat kecamatan, hingga imam desa se-Kabupaten Kolaka Utara. Selain pelatihan teknis, kegiatan juga dirangkaikan dengan sosialisasi retribusi pemotongan hewan.

Dokter hewan Disbunnak Kolaka Utara, drh. Sahrir, mengatakan pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan petugas dalam melakukan pemeriksaan kesehatan hewan sebelum dan sesudah penyembelihan.

Kadis Bunnak Kolaka Utara, H. Kamal Mustafa, S.Pi., M.M pantau kegiatan pelatihan petugas pemeriksa hewan kurban yang digelar Bidang Peternakan di Lasusua. Foto : Ris

“Ini merupakan pelatihan bagi petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban. Kami mengundang seluruh petugas untuk dilatih bagaimana cara memeriksa hewan kurban dengan baik,” ujarnya via WhatsApp, Jum’at (8/5/2026).

Menurutnya, pelatihan tidak hanya berisi teori, tetapi juga praktik lapangan agar peserta memahami langsung teknis pemeriksaan hewan kurban di lokasi pemotongan.

“Untuk workshop-nya dilakukan praktik langsung agar petugas lebih memahami teknis pemeriksaan di lapangan,” katanya.

Dalam pelatihan itu, peserta dibekali pemahaman mengenai praktik pemotongan hewan kurban serta teknik pemeriksaan Antemortem Inspection dan Postmortem Inspection.

Pemeriksaan antemortem dilakukan sebelum hewan disembelih guna memastikan hewan dalam kondisi sehat, tidak terjangkit penyakit, dan layak dikonsumsi. Pada tahap ini petugas memeriksa kondisi fisik, suhu tubuh, pernapasan, mata, mulut, hingga perilaku hewan.

Pelatihan petugas pemeriksa hewan kurban. Foto: Ris

Sementara pemeriksaan post mortem dilakukan setelah penyembelihan untuk memastikan daging dan organ dalam hewan aman dikonsumsi masyarakat.

“Petugas akan memeriksa hati, paru-paru, jantung, limpa, dan organ lainnya untuk memastikan tidak ada tanda penyakit seperti cacing, pembengkakan, atau perubahan warna organ,” jelasnya.

Sahrir menegaskan, pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan daging kurban memenuhi prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.

Selain menjamin kualitas daging kurban, langkah itu juga dilakukan untuk melindungi masyarakat dari potensi penyakit menular dari hewan ke manusia atau zoonosis.

“Karena tidak semua petugas memiliki latar belakang peternakan, maka perlu diberikan keterampilan tambahan agar saat hari raya kurban mereka siap turun langsung melakukan pemeriksaan di wilayah masing-masing,” ungkapnya.

Sahrir memastikan, hingga saat ini kondisi kesehatan hewan ternak di Kolaka Utara masih relatif aman dari penyebaran penyakit menular.

“Alhamdulillah sampai sekarang belum ada kasus yang meluas. Kalau ada dugaan penyakit, langsung dilakukan penanganan cepat,” katanya.

Ia menambahkan, masyarakat yang ingin memeriksakan hewan kurban dapat menghubungi petugas kesehatan hewan yang telah disiagakan Disbunnak Kolaka Utara menjelang Idul Adha.

Penulis : Ris

Komentar