KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Perjalanan panjang menuju rumah sakit rujukan menjadi persoalan tersendiri bagi pasien penyakit jantung dan kanker di Kolaka Utara. Pemerintah daerah kini mencoba memangkas persoalan itu dengan menyiapkan layanan jantung dan kanker di BLUD Rumah Sakit H. M. Djafar Harun.
Langkah tersebut mulai digerakkan melalui Visitasi Pengampuan Layanan Kanker dan Jantung yang berlangsung di Rumah Sakit H. M. Djafar Harun, Jumat, 25 September 2026.
Tim pengampu dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito Yogyakarta datang untuk menilai sekaligus memberikan arahan mengenai kesiapan rumah sakit. Tim terdiri atas tenaga ahli bidang jantung, penyakit dalam, onkologi, radiologi, dan keperawatan.
Bupati Kolaka Utara Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H., mengatakan pelayanan kesehatan harus ditempatkan sebagai kebutuhan utama masyarakat.
“Kesehatan bukanlah lagi kebutuhan sampingan, tapi ini sudah merupakan kebutuhan utama,” kata Nur Rahman.
Ia menyinggung kondisi geografis Kolaka Utara yang membuat akses menuju pusat layanan rujukan menjadi tidak sederhana. Untuk kasus tertentu, pasien bahkan harus menempuh perjalanan berjam-jam menuju daerah lain.
Persoalan itu, kata Nur Rahman, terasa semakin berat bagi pasien penyakit jantung yang membutuhkan penanganan cepat.
“Kalau penyakitnya orang jantung, 80 persen sebenarnya di sini dibawa ke Makassar bukan menurun, tetapi semakin meningkat,” ujarnya.
Karena itu, pengembangan layanan jantung dan kanker di Rumah Sakit H. M. Djafar Harun dinilai penting. Visitasi dari RSUP Dr. Sardjito menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah dan pengelola rumah sakit untuk memetakan apa saja yang masih kurang sebelum layanan tersebut dikembangkan.
“Jadi sudah tepat saya kira kalau kesempatan ini dilakukan suatu upaya kegiatan untuk memberikan visitasi,” katanya.
Pemkab Kolaka Utara menyatakan dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan layanan tersebut. Dukungan itu mencakup sarana-prasarana hingga sumber daya manusia kesehatan.
“Kami tentu akan berkomitmen untuk penuh dengan mendukung percepatan pemenuhan sarana-prasarana kesehatan hingga SDM kesehatan agar fasilitas dan kapasitas pelayanan kanker serta jantung di Rumah Sakit Umum Djafar Harun dapat memenuhi standar yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Nur Rahman juga meminta jajaran BLUD Rumah Sakit dan Dinas Kesehatan Kolaka Utara tidak sekadar mengikuti visitasi sebagai kegiatan seremonial. Setiap masukan dari tim pengampu diminta dicatat dan ditindaklanjuti.
“Saya harapkan kepada seluruh jajaran untuk terbuka dan menyerap sebanyak mungkin arahan-arahan, materi-materi, bimbingan serta rekomendasi yang nantinya tentu disampaikan oleh tim visitasi,” ujarnya.
Pengembangan layanan jantung dan kanker masih membutuhkan sejumlah persiapan, baik dari sisi fasilitas maupun tenaga kesehatan. Namun, visitasi ini menjadi salah satu langkah awal Kolaka Utara untuk mendekatkan layanan penyakit serius tersebut kepada masyarakat.
Bila seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, Rumah Sakit H. M. Djafar Harun diharapkan tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan umum, tetapi juga mampu menjadi tumpuan penanganan pasien jantung dan kanker di Kolaka Utara.
Penulis: Ris








