KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Jalan yang menghubungkan Desa Pitulua dan Desa Rante Limbong, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, kembali disiapkan untuk dibuka. Ruas ini sebelumnya pernah menjadi salah satu sasaran program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) pada tahun 2020.
Rencana tersebut kembali dimatangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Utara bersama jajaran TNI melalui kegiatan pra karya bakti di lokasi, Jumat, 2 Oktober 2026.
Sekretaris Daerah Kolaka Utara H. Muhammad Idrus, S.Sos., M.Si., bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Patehuddin, Camat Lasusua Saleh Hamda, Danramil 1412-03 Lasusua Kapten Inf. Sudirman serta Plt. Kepala Desa Pitulua turun langsung meninjau kondisi lapangan.
Peninjauan itu dilakukan untuk melihat kondisi medan sekaligus mempersiapkan kebutuhan teknis sebelum pekerjaan pembukaan akses dimulai.
Ruas Pitulua-Rante Limbong bukan jalur yang baru direncanakan. Pada pelaksanaan TMMD 2020, akses tersebut telah masuk dalam sasaran pekerjaan dengan panjang sekitar 1,5 kilometer. Pekerjaannya mencakup pembukaan badan jalan hingga cutting gunung.
Kini, pemerintah daerah bersama TNI kembali melihat potensi ruas tersebut untuk mendukung mobilitas masyarakat dan membuka konektivitas antarwilayah.
Idrus mengatakan Pemkab Kolaka Utara mendukung karya bakti TNI karena pembangunan akses jalan tersebut berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Pemkab Kolaka Utara tentu mendukung kegiatan karya bakti TNI ini. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI dan masyarakat sangat penting agar pembangunan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat dan menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan,” terangnya.
Menurut dia, persiapan teknis perlu dilakukan secara matang dengan mempertimbangkan kondisi medan serta kebutuhan masyarakat di sekitar lokasi.
“Kita berharap kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, dikerjakan secara bersama-sama dan tetap memperhatikan kebutuhan serta kondisi masyarakat di sekitar lokasi,” ujarnya.
Kepala Dinas PUPR Kolaka Utara Patehuddin juga meninjau langsung lokasi bersama jajarannya. Pemerintah daerah memastikan aspek teknis menjadi bagian penting sebelum pekerjaan dilaksanakan.
Jika terealisasi, akses Pitulua-Rante Limbong diharapkan menjadi jalur alternatif yang dapat memperpendek akses masyarakat sekaligus memudahkan mobilitas antarwilayah.
Penulis: Ris








