Gempa M5,2 Guncang Lombok Barat Dini Hari Getaran Terasa hingga Denpasar

Peristiwa44 Dilihat

LOMBOK BARAT, REPUBLIX.ID – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 5,2 mengguncang Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, pada Rabu, 7 Oktober 2026, dini hari. Guncangan terjadi saat sebagian besar warga masih terlelap.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 03.15.26 WIB. Episenter gempa berada di darat, sekitar 14 kilometer tenggara Lombok Barat, pada koordinat 8,81 derajat Lintang Selatan dan 116,16 derajat Bujur Timur.

Gempa tersebut memiliki kedalaman 82 kilometer. BMKG memastikan gempa ini tidak berpotensi tsunami.

“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, dalam keterangan resminya, Rabu, 7 Oktober 2026.

BMKG menyebut gempa tersebut termasuk gempa menengah yang terjadi akibat deformasi batuan di dalam lempeng. Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa memiliki pola pergerakan turun atau normal fault.

Guncangan paling kuat tercatat di Mataram dengan intensitas IV-V Modified Mercalli Intensity (MMI). Pada skala tersebut, getaran dirasakan hampir seluruh penduduk dan membuat banyak orang terbangun.

Di Lombok Tengah, gempa dirasakan dengan intensitas III-IV MMI. Sementara di Lombok Timur, Lombok Utara, Sumbawa Barat dan Sumbawa, getaran mencapai III MMI.

Guncangan juga dirasakan di Kuta dengan intensitas II-III MMI. Bahkan getaran gempa dilaporkan terasa hingga Denpasar dengan intensitas II MMI.

Hingga pukul 03.45 WIB, BMKG mencatat satu aktivitas gempa susulan dengan magnitudo 1,3.

BMKG masih melakukan pemantauan terhadap aktivitas kegempaan di wilayah Lombok Barat dan sekitarnya, termasuk kemungkinan terjadinya gempa susulan.

Masyarakat diminta tidak panik dan tidak terpengaruh isu yang belum terverifikasi. Warga juga diimbau menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat gempa untuk menghindari risiko kecelakaan.

“BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat,” ujar Wijayanto.

Penulis: Ris