BUTON UTARA, REPUBLIX.ID – Upaya pencarian Ayudin alias Piiku, 42 tahun, nelayan asal Desa Torombia, Kecamatan Kulisusu Utara, Kabupaten Buton Utara, berakhir tanpa hasil. Setelah tujuh hari menyisir perairan, tim SAR gabungan tak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kendari akhirnya menghentikan operasi pencarian pada Kamis, 8 Oktober 2026. Pencarian terakhir dilakukan hingga pukul 14.20 Wita, namun korban maupun petunjuk baru terkait keberadaannya tidak ditemukan.
Ayudin dilaporkan hilang setelah pergi melaut pada 1 Oktober 2026 sekitar pukul 05.00 Wita. Ia menggunakan longboat untuk mencari gurita di sekitar perairan Desa Torombia. Namun, hingga kemudian hari, Ayudin tak kunjung kembali.
Keluarga bersama masyarakat sempat melakukan pencarian secara mandiri dan menemukan longboat yang digunakan korban. Temuan tersebut menjadi salah satu petunjuk awal dalam operasi pencarian yang kemudian melibatkan tim SAR gabungan.
Kepala KPP Kendari Amiruddin AS mengatakan keputusan menghentikan operasi diambil setelah pencarian berlangsung selama tujuh hari tanpa menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
“Setelah memasuki hari ketujuh dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, operasi SAR kami nyatakan ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing,” kata Amiruddin AS.
Selama operasi, tim gabungan menyisir sejumlah area di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik hilangnya korban. Pencarian melibatkan personel KPP Kendari, BPBD Buton Utara, aparat Kecamatan Kulisusu, Kodim Buton Utara, Pos Polair, Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah Desa Torombia, keluarga korban serta masyarakat setempat.
Sejumlah sarana juga dikerahkan, di antaranya Rescue Car, Rigid Inflatable Boat (RIB), longboat, peralatan medis, peralatan evakuasi, perangkat komunikasi dan perlengkapan keselamatan lainnya.
Namun, hingga pencarian hari ketujuh, hasilnya tetap nihil. Meski operasi resmi dihentikan, peluang pencarian kembali tetap terbuka apabila muncul petunjuk baru mengenai keberadaan Ayudin.
“Operasi SAR dapat dibuka kembali apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda keberadaan korban,” ujar Amiruddin.
Pada pencarian terakhir, kondisi cuaca dilaporkan cerah dengan kecepatan angin sekitar 2,8 kilometer per jam dari arah barat laut. Tinggi gelombang berada pada kisaran 0 hingga 0,5 meter berdasarkan informasi BMKG.
Dengan ditutupnya operasi tersebut, seluruh unsur SAR yang terlibat dikembalikan ke kesatuannya masing-masing. Sementara keberadaan Ayudin hingga kini masih belum diketahui.
Penulis: Ris








