SMKN 4 Kolaka Utara Pacu Lulusan Tembus Dunia Kerja

Edukasi711 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – SMKN 4 Kolaka Utara di Desa Sarona, Kecamatan Watunohu, Kabupaten Kolaka Utara, Sulawesi Tenggara, terus menyiapkan lulusan yang memiliki keterampilan untuk memasuki dunia kerja maupun membangun usaha secara mandiri.

Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat kompetensi siswa melalui pembelajaran kejuruan serta meningkatkan sarana dan prasarana praktik sesuai kebutuhan masing-masing program keahlian.

Kepala SMKN 4 Kolaka Utara, Paulus Franky Fautngilyanan, S.Pd., mengatakan sekolah ingin memberikan bekal yang cukup kepada siswa agar memiliki pilihan setelah menyelesaikan pendidikan, baik bekerja di perusahaan, membuka lapangan usaha, maupun melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Kepala SMKN 4 Kolaka Utara, Paulus Franky Fautngilyanan, S.Pd., pimpinan upacara pengibaran bendera merah putih yang rutin digelar setiap hari Senin. Foto: Republix.id

“Program terobosan ke depan, saya menginginkan setelah siswa tamat di sekolah ini mereka bisa membuka lapangan kerja atau paling tidak mereka dapat bekerja pada perusahaan-perusahaan. Mereka juga bisa melanjutkan studinya ke perguruan tinggi ternama di Indonesia,” terangnya, Kamis, 8 Oktober 2026.

Menurut Franky, keterampilan menjadi modal penting bagi siswa sekolah kejuruan untuk menghadapi persaingan di dunia kerja. Karena itu, proses pembelajaran tidak hanya diarahkan pada penguasaan teori, tetapi juga pengalaman praktik yang sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Untuk mendukung hal tersebut, pihak sekolah secara bertahap berupaya memenuhi kebutuhan peralatan praktik di setiap jurusan.

Franky mengatakan dirinya rutin berkomunikasi dengan para ketua jurusan untuk menyerap informasi mengenai kebutuhan sarana dan prasarana siswa.

“Saya selalu berkomunikasi dengan ketua-ketua jurusan, meminta saran dan pendapat sekaligus menyerap informasi untuk mengetahui kebutuhan khusus sarana dan prasarana para siswa,” ujarnya.

Gerbang masuk SMKN 4 Kolaka Utara. Foto: Astar.

Kebutuhan fasilitas tersebut antara lain peralatan perbengkelan, sarana perkantoran, komputer dan jaringan, serta perangkat praktik otomotif mobil dan sepeda motor.

“Mulai peralatan perbengkelan, perkantoran, komputer dan jaringan, otomotif mobil dan motor, semua itu kami usahakan memenuhi standar yang memadai agar peserta didik dapat berpraktik dengan baik sehingga memiliki skill yang dibutuhkan dunia kerja ke depan,” katanya.

Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Kolaka Utara memiliki 372 siswa yang tersebar dalam 16 rombongan belajar.

Para siswa mengikuti lima program keahlian, yakni Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), Teknik Kendaraan Ringan (TKR), Teknik Bisnis Sepeda Motor (TBSM), serta Teknik Geologi Pertambangan (TGP).

Kepala SMKN 4 Kolaka Utara, Paulus Franky Fautngilyanan, S.Pd. Foto: Republix.id

TKJ memiliki 91 siswa, sedangkan MPLB sebanyak 57 siswa. TKR tercatat memiliki 31 siswa dari kelas XI dan XII, sementara kelas X belum memiliki siswa.

TBSM memiliki 90 siswa yang tersebar dari kelas X hingga XII. Sementara TGP menjadi program keahlian dengan jumlah siswa terbanyak, yakni 103 siswa.

Untuk menunjang proses pendidikan, SMKN 4 Kolaka Utara memiliki 39 guru. Mereka terdiri atas 11 guru PNS, 15 PPPK penuh waktu, enam PPPK paruh waktu, serta tujuh guru tidak tetap atau honorer.

Di tengah upaya memperkuat kompetensi siswa, sekolah masih menghadapi kebutuhan pembangunan infrastruktur pendukung. Salah satunya pembangunan pagar sekolah yang belum sepenuhnya rampung.

Bagian depan sekolah telah selesai, sedangkan sisi belakang dan bagian samping masih membutuhkan penyelesaian.

“Pagar ini kalau depan sekolah sudah selesai, tinggal belakang dan samping kiri kanan yang butuh perhatian,” ujar Franky.

Selain pagar, sekolah juga membutuhkan pembangunan rabat pada lapangan upacara untuk mendukung aktivitas siswa dan berbagai kegiatan sekolah.

Franky berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dapat melakukan monitoring langsung ke SMKN 4 Kolaka Utara. Monitoring tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah melihat kondisi sekaligus kebutuhan sekolah secara langsung.

“Kami berharap pemerintah provinsi dapat melakukan monitoring langsung ke SMK 4 Kolaka Utara untuk mengetahui kebutuhan mendesak ke depan, sehingga dapat dilakukan pembenahan dalam rangka meningkatkan kualitas peserta didik,” kata Franky.

Penguatan pembelajaran dan sarana praktik tersebut diharapkan semakin membekali siswa dengan kompetensi yang dapat digunakan setelah lulus.

Penulis: Astar

Editor: Ris