UMKOTA dan Tantangan Membangun SDM Unggul di Kolaka Utara

Edukasi13 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara (UMKOTA) menghadapi tantangan untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di tengah kebutuhan pembangunan daerah yang semakin kompleks.

Perguruan tinggi dituntut tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga menghasilkan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Persoalan tersebut menjadi salah satu perhatian Bupati Kolaka Utara, Drs. H. Nur Rahman Umar, M.H saat menghadiri pelantikan Dr. H. Muhammad Idrus, S.Sos., M.Si., sebagai Rektor UMKOTA periode 2026–2030 di Aula Islamic Centre Masjid Agung Kolaka Utara, Senin (2/11/2026).

Nur Rahman menilai, keberhasilan perguruan tinggi tidak cukup diukur dari pembangunan gedung maupun perkembangan fasilitas fisik.

Lebih dari itu, kualitas institusi pendidikan tercermin dari kemampuan membangun tradisi akademik, membentuk karakter mahasiswa, serta mengembangkan keahlian yang relevan dengan kebutuhan zaman.

“Kampus yang besar bukan hanya dilihat dari gedungnya, tetapi bagaimana melahirkan pemikiran yang maju, karakter yang tangguh, dan keahlian yang berguna,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menempatkan kualitas lulusan sebagai salah satu tolok ukur penting dalam pengembangan UMKOTA. Perguruan tinggi diharapkan mampu menjadi ruang pembentukan intelektualitas sekaligus pengembangan kompetensi yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong kemajuan daerah.

Bupati yang juga menjabat Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (DPM) Kabupaten Kolaka Utara itu berharap, kepemimpinan Muhammad Idrus dapat memperkuat kapasitas universitas, baik dari segi kualitas maupun kuantitas.

Pengembangan sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, dan penyelenggaraan program studi yang sesuai dengan potensi daerah menjadi bagian penting dari agenda tersebut.

Menurut Nur Rahman, upaya membangun SDM unggul tidak dapat dibebankan hanya kepada pengelola kampus. Pemerintah daerah, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, dan masyarakat perlu membangun kolaborasi agar pendidikan tinggi memiliki keterkaitan yang kuat dengan kebutuhan pembangunan.

Sinergi tersebut juga diharapkan membuka ruang bagi UMKOTA untuk mengembangkan kemitraan, memperluas kesempatan belajar, dan meningkatkan relevansi pendidikan dengan dinamika sosial serta ekonomi Kabupaten Kolaka Utara.

“Masih banyak tantangan yang harus kita hadapi bersama. Karena itu, kita tidak boleh cepat berpuas diri dengan apa yang sudah dicapai. Pengembangan universitas membutuhkan kerja keras dan dukungan semua pihak,” katanya.

Penulis: Ris