KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kolaka Utara menyalurkan bantuan pendidikan senilai total Rp135 juta kepada 270 pelajar SMA sederajat dari keluarga kurang mampu.
Bantuan yang bersumber dari dana zakat itu diharapkan dapat meringankan beban biaya pendidikan sekaligus menjaga semangat siswa untuk terus belajar.
Setiap pelajar menerima bantuan sebesar Rp500 ribu. Penyaluran dilakukan secara bertahap, dengan 110 siswa menerima bantuan pada Selasa, 6 Oktober 2026, di Kantor Baznas Kolaka Utara.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Kolaka Utara, Drs. Nur Rahman Umar, M.H.
Sebanyak 160 pelajar lainnya dijadwalkan menerima bantuan pada tahap berikutnya. Penerima tersebar di sejumlah kecamatan di wilayah Kolaka Utara, termasuk daerah yang memiliki keterbatasan ekonomi dan membutuhkan dukungan biaya pendidikan.
Ketua Baznas Kolaka Utara, Ajmal Arif, mengatakan dana bantuan berasal dari zakat yang dihimpun dan dikelola Baznas untuk disalurkan kepada kelompok masyarakat yang berhak menerima, terutama fakir dan miskin.
Menurut Ajmal, bantuan tersebut merupakan salah satu upaya membantu keluarga kurang mampu memenuhi kebutuhan pendidikan anak-anak mereka.
“Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah meringankan beban biaya siswa-siswi yang secara ekonomi kurang mampu,” katanya.
Ia berharap bantuan Rp500 ribu per siswa itu tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan sekolah, tetapi juga menjadi dorongan bagi penerima untuk meningkatkan prestasi dan tidak kehilangan motivasi dalam menempuh pendidikan.
Penyaluran bantuan akan dilanjutkan ke sejumlah kecamatan, meliputi Lambai, Ranteangin, Ngapa, Watunohu, Pakue, Pakue Tengah, Pakue Utara, Batu Putih, Porehu, dan Tolala. Distribusi secara bertahap dilakukan untuk menjangkau penerima di berbagai wilayah.
Di luar program bantuan pendidikan, Baznas Kolaka Utara juga berencana memperluas edukasi zakat dan infak ke lingkungan sekolah. Langkah ini diarahkan untuk menanamkan kepedulian sosial kepada pelajar sejak dini.
Ajmal menjelaskan, infak dapat menjadi sarana pembelajaran berbagi karena nominalnya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing siswa.
“Kalau zakat belum waktunya, karena zakat berkaitan dengan harta dan syarat tertentu, tetapi kalau infak lebih ringan persyaratannya. Anak-anak bisa diajarkan untuk berinfak, berapa saja sesuai kemampuannya,” ujarnya.
Menurut dia, pembiasaan berbagi sejak usia sekolah penting untuk membentuk generasi yang tidak hanya berorientasi pada keberhasilan pribadi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
Sementara itu, Bupati Kolaka Utara Nur Rahman Umar mengingatkan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat dalam pengelolaan dana zakat. Ia menilai keberhasilan program Baznas tidak hanya ditentukan oleh besarnya dana yang dihimpun, tetapi juga oleh ketepatan penyaluran dan pertanggungjawabannya.
Bupati menekankan perlunya sinergi antara muzakki atau orang yang menunaikan zakat, Baznas sebagai pengelola, dan mustahik sebagai penerima manfaat. Ketiga unsur tersebut memiliki peran penting agar zakat benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Harus dilakukan secara benar dan sinergi antara muzakki, Baznas sebagai pengelola, dan mustahik sebagai penerima,” kata Nur Rahman.
Politisi NasDem ini juga meminta para pelajar penerima bantuan menggunakan dana tersebut sesuai kebutuhan pendidikan. Bantuan itu, menurut dia, merupakan amanah dari masyarakat yang telah menunaikan zakat sehingga pemanfaatannya harus dilakukan secara bertanggung jawab.
Penyaluran bantuan pendidikan ini menjadi bagian dari upaya pemanfaatan dana zakat untuk mendukung akses pendidikan bagi keluarga berpenghasilan rendah di Kolaka Utara.
Meski nilainya tidak seberapa, Bupati berharap dengan alokasi Rp135 juta untuk 270 pelajar. Bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan sekolah sekaligus memperkuat kesempatan siswa dari keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan.
Penulis: Ris








