BKPM Sebut Kolaka Utara Punya Peluang Besar Jadi Basis Hilirisasi Industri

Ekobis48 Dilihat

KOLAKA UTARA, REPUBLIX.ID – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menilai Kabupaten Kolaka Utara memiliki peluang besar berkembang sebagai kawasan hilirisasi industri di Indonesia timur.

Potensi itu ditopang ketersediaan sumber daya alam di sektor perkebunan, perikanan, hingga pertambangan yang dinilai cukup kompetitif untuk menarik investasi nasional maupun asing.

Penilaian tersebut disampaikan Direktur Promosi Wilayah Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Pasifik BKPM RI, Saribua Siahaan, dalam Kolaka Utara Industry, Trade & Investment Forum 2026 di Surabaya, Senin, 11 Mei 2026.

Menurut Saribua, pemerintah pusat saat ini menempatkan hilirisasi sebagai salah satu strategi utama transformasi ekonomi nasional menuju target pertumbuhan ekonomi delapan persen sebagaimana diarahkan Presiden Prabowo Subianto dalam agenda Indonesia Emas 2045.

“Pemerintah terus mendorong transformasi ekonomi melalui hilirisasi dan penguatan investasi daerah. Karena itu daerah yang memiliki sumber daya unggulan seperti Kolaka Utara memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih cepat,” katanya.

Saribua menjelaskan, arah kebijakan investasi nasional kini difokuskan pada sektor strategis seperti energi baru terbarukan, ketahanan pangan, dan industri pengolahan berbasis sumber daya lokal. Dalam konteks itu, daerah dinilai memegang peran penting sebagai penggerak investasi riil di lapangan.

Ia mengatakan pemerintah berupaya memperkuat iklim investasi melalui penyederhanaan perizinan berbasis Undang-Undang Cipta Kerja, layanan terpadu bagi investor, hingga penyediaan proyek investasi siap tawar atau ready to offer.

BKPM mencatat realisasi investasi nasional sepanjang 2025 mencapai Rp1.931,2 triliun atau melampaui target pemerintah sebesar 101,3 persen. Investasi tersebut diklaim menyerap lebih dari 2,7 juta tenaga kerja.

Tren investasi itu berlanjut pada triwulan pertama 2026 dengan realisasi mencapai Rp498,8 triliun. Dari total tersebut, sektor hilirisasi menyumbang sekitar 29,6 persen terhadap investasi nasional.

Menurut Saribua, hilirisasi saat ini tidak hanya terfokus pada komoditas tambang seperti nikel dan tembaga, tetapi juga mulai berkembang pada sektor perkebunan dan pangan yang memiliki nilai tambah tinggi di pasar global.

Dalam forum itu, Kolaka Utara disebut memiliki posisi strategis karena didukung potensi kakao, kelapa, perikanan, dan mineral nikel yang dapat dikembangkan menjadi industri pengolahan terpadu.

Data BKPM menunjukkan realisasi investasi di Kolaka Utara sepanjang 2021 hingga 2026 mencapai sekitar Rp1,58 triliun. Nilai tersebut masih didominasi sektor logam dasar dan pertambangan, meski peluang pengembangan hilirisasi agribisnis dinilai masih terbuka lebar.

Selain sektor tambang, komoditas kakao dan kelapa disebut menjadi sektor yang potensial karena permintaan pasar industri pengolahan terus meningkat, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.

Pemerintah pusat, kata Saribua, juga menyiapkan berbagai insentif fiskal untuk menarik investor masuk ke sektor prioritas. Insentif itu antara lain berupa tax holiday, tax allowance, hingga pembebasan bea masuk untuk kegiatan usaha tertentu.

Forum investasi tersebut dihadiri investor nasional, pelaku industri, perusahaan pengolahan komoditas, serta delegasi perdagangan internasional dari berbagai negara.

Pemerintah Kabupaten Kolaka Utara berharap forum itu menjadi pintu awal terbentuknya kerja sama konkret dalam pengembangan industri hilir berbasis potensi lokal guna memperkuat struktur ekonomi daerah dan memperluas lapangan kerja masyarakat.

Penulis : Ris

Komentar