JAKARTA, REPUBLIX.ID – Bulan purnama akan menghiasi langit Indonesia pada Sabtu, 26 September 2026. Fenomena yang dikenal sebagai Harvest Moon atau Bulan Panen itu dapat diamati masyarakat tanpa alat pelindung mata khusus.
Dikutip dari BMKG, Harvest Moon merupakan sebutan tradisional untuk bulan purnama yang waktu terbitnya paling dekat dengan fenomena ekuinoks musim gugur di belahan Bumi utara.
Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan ekuinoks terjadi ketika Matahari berada tepat di atas garis khatulistiwa. Kondisi tersebut membuat durasi siang dan malam di berbagai wilayah Bumi relatif seimbang, sekitar 12 jam.
Istilah Harvest Moon memiliki sejarah panjang. Pada masa sebelum penggunaan listrik meluas, petani di Eropa dan Amerika Utara memanfaatkan cahaya Bulan yang terang untuk melanjutkan aktivitas panen hingga malam hari.
BMKG menyebut waktu pengamatan menjadi lebih ideal ketika Bulan telah cukup tinggi di atas horizon.
Untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya, Bulan diperkirakan mulai terbit sekitar pukul 17.29 WIB. Namun, pada saat itu Bulan masih berada dekat horizon sehingga belum optimal untuk diamati.
“Masyarakat dapat mulai mengamati Harvest Moon secara optimal mulai pukul 20.00 WIB,” kata Teguh, dikutip dari BMKG.
Bulan kemudian akan mencapai posisi tertinggi di langit sekitar pukul 23.39 WIB.
Di balik keindahannya, BMKG mengingatkan masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir untuk tetap memperhatikan kondisi pasang air laut.
Fase Bulan purnama membuat posisi Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam konfigurasi yang menghasilkan pengaruh gravitasi lebih kuat. Kondisi ini dapat memicu pasang purnama, ketika permukaan air laut berpotensi lebih tinggi dan air surut lebih rendah dibandingkan kondisi biasanya.
Karena itu, masyarakat pesisir disarankan tetap memantau informasi pasang surut dan kondisi laut dari sumber resmi, terutama ketika melakukan aktivitas di sekitar pantai.
Penulis: Ris








